Lombokvibes.com, Lombok Tengah – Puncak perayaan tradisi Bau Nyale 2026 di Pantai Seger, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) The Mandalika, dipastikan berlangsung spektakuler. Polres Lombok Tengah menggandeng komunitas Vespa dari berbagai daerah di Indonesia untuk menggelar konvoi budaya yang akan diikuti sekitar 3.000 pemotor Vespa pada 7–8 Februari 2026.
Ribuan Vespa klasik ini akan memulai perjalanan dari eks Bandara Selaparang, Kota Mataram, dan berakhir di kawasan KEK Mandalika. Konvoi akan dilepas langsung oleh Kapolda NTB Irjen Pol. Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., sekaligus menyambut peserta di garis finis.
Kapolres Lombok Tengah AKBP Eko Yusmiarto, S.I.K., mengatakan kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari dukungan Polres Lombok Tengah untuk menyukseskan Bau Nyale 2026 sekaligus memperkuat promosi pariwisata Lombok Tengah di tingkat nasional hingga internasional.
“Sekitar 3.000 pemotor Vespa akan ikut ambil bagian. Start dari Selaparang dan finis di Mandalika. Bapak Kapolda dijadwalkan melepas sekaligus menyambut peserta di garis akhir,” ujar AKBP Eko, Rabu (21/1/2026).
Menurutnya, kehadiran ribuan komunitas Vespa bukan sekadar memeriahkan tradisi Bau Nyale sebagai warisan budaya masyarakat Sasak, tetapi juga menjadi simbol kolaborasi antara kepolisian, komunitas otomotif, dan masyarakat luas dalam membangun citra Mandalika sebagai destinasi wisata budaya berkelas dunia.
“Ini bukan hanya konvoi motor, tetapi konvoi budaya. Kita ingin menunjukkan bahwa Mandalika tidak hanya dikenal lewat event olahraga internasional, tetapi juga melalui kekayaan tradisi dan budaya lokal yang hidup dan terus dilestarikan,” jelasnya.
Selain membawa misi budaya dan pariwisata, konvoi Vespa Bau Nyale 2026 juga mengusung misi kemanusiaan. Setiap peserta diwajibkan berdonasi sebesar Rp100 ribu untuk memperoleh kupon keikutsertaan. Dana yang terkumpul akan disalurkan kepada masyarakat terdampak bencana alam, baik di Lombok Tengah maupun di wilayah Aceh dan Sumatra.
“Seluruh donasi yang terkumpul akan kami salurkan untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana. Jadi kegiatan ini tidak hanya meriah, tetapi juga punya nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial,” tegas AKBP Eko.
Setibanya di Mandalika, ribuan peserta akan disambut dengan berbagai rangkaian hiburan, pembagian doorprize, serta pengundian hadiah utama berupa dua unit sepeda motor Vespa. Selain itu, akan digelar pula lelang Vespa yang diperkirakan menarik minat para kolektor dan pecinta motor klasik dari berbagai daerah.
Tidak berhenti sampai di situ, para peserta juga akan turun langsung ke Pantai Seger untuk mengikuti tradisi menangkap nyale bersama masyarakat. Momen ini diharapkan menjadi pengalaman budaya yang berkesan sekaligus mempererat kedekatan antara komunitas Vespa dengan kearifan lokal masyarakat Sasak.
“Kami ingin peserta tidak hanya datang, konvoi, lalu pulang. Mereka harus merasakan langsung bagaimana sakral dan uniknya tradisi Bau Nyale, sehingga membawa cerita positif tentang Lombok ke daerah asal masing-masing,” kata AKBP Eko.
Kolaborasi lintas sektor antara Polres Lombok Tengah, Polda NTB, komunitas Vespa, dan masyarakat ini diharapkan mampu mengangkat Bau Nyale 2026 sebagai event budaya yang bukan hanya meriah secara lokal, tetapi juga memiliki daya tarik nasional bahkan internasional.
Bau Nyale 2026 pun diproyeksikan menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Mandalika sebagai destinasi wisata unggulan yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, dan semangat solidaritas sosial dalam satu peristiwa besar.



































