836 hektare kebun kakao Lombok Utara dapat suntikan bantuan pusat, petani disiapkan bibit hingga pupuk 

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU), Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat bantuan dari pemerintah pusat untuk peremajaan dan intensifikasi tanaman kakao pada 2026. Total luas lahan yang menjadi sasaran kedua program tersebut mencapai sekitar 836,56 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi, mengatakan bantuan tersebut terdiri atas program peremajaan kakao seluas 490 hektare dan intensifikasi perkebunan kakao seluas 346,56 hektare.

Menurutnya, bantuan peremajaan diperlukan karena banyak tanaman kakao milik petani yang sudah berusia tua sehingga produktivitasnya menurun.

“Komoditas kakao ini sudah banyak yang tua pohonnya, sehingga kurang produktif lagi. Kami mengusulkan kepada Kementerian Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, untuk mendapatkan bantuan peremajaan kakao di Kabupaten KLU, dan alhamdulillah kita diberikan untuk peremajaan kakao ini sebanyak 490 hektare,” kata Tresnahadi, Senin (12/10/2026).

Bantuan peremajaan tersebut diberikan dalam bentuk bibit kakao dan biaya tenaga kerja atau Hari Orang Kerja (HOK) untuk penanaman.

Lahan yang menjadi sasaran program tersebar di sejumlah desa di Kabupaten Lombok Utara.

Di Kecamatan Gangga, penerima program berada di Desa Genggelang dan Rempek. Di Kecamatan Kayangan, program menyasar Desa Pansor. Sementara itu, di Kecamatan Tanjung, lokasi penerima meliputi Desa Teniga, Medana, Tegal Maja, Samaguna, dan Sigar Penjalin.

Adapun di Kecamatan Bayan, program peremajaan menyasar Desa Loloan, Andalan, Sambik Elen, Gunjan Asri, dan Mumbul Sari.

Tresnahadi mengatakan bantuan tersebut merupakan hasil usulan pemerintah daerah kepada pemerintah pusat untuk mengembalikan produktivitas tanaman kakao yang sudah tidak optimal.

“Kita harus bersyukur, karena ikhtiar kita untuk meremajakan kakao di KLU ini direspons oleh pemerintah pusat,” ujarnya.

Intensifikasi Kakao Sasar 346,56 Hektare

Selain peremajaan, KLU juga memperoleh bantuan intensifikasi perkebunan kakao seluas 346,56 hektare pada 2026.

Berbeda dengan peremajaan yang menyasar tanaman tua, program intensifikasi bertujuan meningkatkan hasil produksi tanaman kakao yang masih ada dan sedang dibudidayakan petani.

Tresnahadi menjelaskan, bantuan intensifikasi tersebut akan diberikan dalam bentuk pupuk NPK dan mesin pemotong rumput.

Kedua sarana tersebut diharapkan membantu petani dalam merawat tanaman sekaligus meningkatkan produktivitas perkebunan kakao.

Program intensifikasi ini menyasar kelompok tani di tiga desa, yakni Desa Sesait di Kecamatan Kayangan seluas 105,618 hektare, Desa Genggelang seluas 37,96 hektare, serta kelompok tani di Desa Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, dengan luasan masing-masing 136,624 hektare dan 66,361 hektare.

Total luas lahan yang memperoleh bantuan intensifikasi mencapai 346,56 hektare.

“Alhamdulillah, ikhtiar-ikhtiar kita dalam rangka meningkatkan dan mengembangkan produktivitas kakao di KLU sudah diberikan oleh pusat. Alhamdulillah kita direspons,” katanya.

Melalui dua program tersebut, pemerintah daerah berharap lahan kakao yang sudah tua dapat kembali produktif, sementara tanaman yang masih dibudidayakan mampu menghasilkan panen lebih optimal.

Tresnahadi berharap peningkatan produktivitas tersebut berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani kakao di Lombok Utara.

“Semoga produksi kakao di KLU semakin meningkat. Tentunya kita harapkan kesejahteraan petani kita juga meningkat,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!