“Benar-benar Membaca”: Jurus baru Balai Bahasa pacu literasi sekolah di Lombok Utara 

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara — Gerakan literasi di Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapat suntikan semangat baru. Balai Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar pelatihan intensif bagi komunitas penggerak literasi dan pegiat perpustakaan sekolah dalam upaya meningkatkan kecakapan membaca siswa.

Selama tiga hari, dari 10 hingga 12 Juli 2025, kegiatan ini berlangsung sebagai bagian dari program nasional Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa. Fokus utama pelatihan adalah mendampingi sekolah dalam memanfaatkan bahan bacaan yang telah disalurkan dan mendorong budaya membaca yang efektif.

Kepala Balai Bahasa Provinsi NTB, Dwi Pratiwi, menegaskan pentingnya memahami dan menginternalisasi isi bacaan. Ia menjelaskan bahwa membaca bukan hanya soal melahap teks, tetapi juga soal membentuk pemahaman dan perilaku yang berakar dari isi buku.

“Pelatihan ini adalah bentuk dukungan langsung kami terhadap pemerintah daerah. Literasi harus bisa dirasakan dampaknya oleh siswa, bukan sekadar program seremonial,” kata Dwi.

Dalam kegiatan ini, Balai Bahasa juga melakukan evaluasi terhadap distribusi buku yang sebelumnya dilakukan ke 80 sekolah dasar di lima kecamatan di Lombok Utara. Total 1.678 eksemplar buku dengan 420 judul telah dikirim ke masing-masing sekolah.

Kecamatan Bayan menjadi penerima terbesar dengan 24 SD, disusul Kayangan (18 SD), Gangga (15 SD), Tanjung (14 SD), dan Pemenang (9 SD). Dengan jumlah itu, Lombok Utara tercatat sebagai daerah penerima bantuan buku terbanyak di NTB.

Dwi juga memperkenalkan program “Benar-Benar Membaca dan Membaca Benar-Benar” sebagai terobosan literasi. Program ini menantang siswa untuk menyelesaikan satu buku secara utuh, lalu menceritakan kembali isinya baik kepada guru di sekolah maupun orang tua di rumah.

“Dari situ kami bisa menilai tingkat pemahaman siswa. Ini bukan sekadar membaca habis, tetapi membaca dengan tuntas secara kualitas,” tambahnya.

  • ef2b236b-774f-46d3-8126-2b6eba0892fe

Sementara itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ajang pendataan kondisi perpustakaan di seluruh SD di KLU. Balai Bahasa mendorong Dinas Pendidikan untuk melakukan pemetaan dan penilaian terhadap kapasitas pengelolaan perpustakaan di tiap sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga KLU, H. Adenan, mengapresiasi inisiatif ini dan menyebutnya sebagai langkah strategis dalam membangun fondasi literasi yang lebih kuat di wilayahnya.

“Kita harus jujur, KLU masih tertinggal dalam literasi dibanding daerah lain. Tapi kegiatan ini bisa menjadi momentum kebangkitan, asalkan ada komitmen bersama dari semua pihak,” ujarnya.

Dari total 162 SD di Lombok Utara, sebanyak 30 sekolah diketahui masih tertinggal dalam hal pengelolaan literasi. Dinas Dikbudpora KLU berkomitmen akan menggandeng berbagai lembaga seperti Balai Bahasa, BPTNP, dan BGTK untuk merevitalisasi perpustakaan sekolah dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusianya.

“Meningkatkan literasi adalah kerja kolektif. Kita semua punya tanggung jawab,” tutup Adenan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!