Lombokvibes.com, Lombok Utara – Rencana pengadaan tiga unit mobil dinas untuk Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) senilai Rp2 miliar menuai sorotan publik. Banyak masyarakat menyampaikan kritik melalui media sosial, menilai langkah tersebut tidak tepat di tengah kebutuhan masyarakat yang mendesak.
Menanggapi polemik tersebut, Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani, menegaskan bahwa pihaknya telah memutuskan untuk menunda pengadaan mobil dinas yang bersumber dari APBD Perubahan itu. Bahkan rencana penundaan itu sudah lama dilakukan sebelum efisiensi anggaran.
Menurut Agus Jasmani, meskipun kendaraan dinas dibutuhkan untuk menunjang kinerja pimpinan dewan, aspirasi dan kepentingan rakyat harus tetap menjadi prioritas utama.
“Kepentingan publik jauh lebih penting,” ujar Agus Jasmani, Rabu (4/6/2025).
Agus menyebutkan, bahwa DPRD lebih memilih untuk memfokuskan anggaran pada kebutuhan masyarakat. Ia pun memastikan dana yang sebelumnya direncanakan untuk pengadaan mobil dinas akan dialihkan ke sektor publik, seperti perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan fasilitas sekolah, dan pelayanan umum lainnya.
“Kami percaya, setiap kebijakan harus mempertimbangkan suara rakyat. Fokus kami adalah untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.
Dia jugamenyebut, selain melakukan rapat bersama internal, Pimpinan Dewan juga telah berkomunikasi dengan pihak Sekretariat Dewan (Sekwan), yang menerangkan, pengadaan mobil dinas memang belum bisa dieksekusi.
Oleh karenanya, ia mengimbau masyarakat untuk menyikapi isu yang berkembang dengan bijak dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
Ia menekankan, bahwa DPRD KLU tetap berkomitmen untuk mengutamakan kepentingan rakyat dalam setiap langkah kebijakan yang diambil.
“Ini adalah bentuk nyata keberpihakan lembaga legislatif terhadap aspirasi masyarakat,” tandasnya.




























