Lombokvibes.com, Jakarta– Ancaman tuberkulosis (TB) dan paparan asap rokok masih menjadi persoalan serius yang mengintai anak-anak Indonesia. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, Stop TB Partnership Indonesia (STPI) bersama Indonesian Youth Council for Tactical Changes (IYCTC) menggelar diskusi publik melalui platform X-Space untuk mengangkat keterkaitan erat antara tingginya kasus TB dan konsumsi rokok di Indonesia.
Ketua Yayasan STPI, dr. Donald Pardede, mengungkapkan bahwa Indonesia masih berada di posisi kedua dunia sebagai negara dengan beban TB tertinggi. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2025, terdapat estimasi 1.092.000 kasus TB setiap tahun.
Menurutnya, sekitar 135.000 kasus baru terjadi pada kelompok anak, dengan kontribusi kematian mencapai 15 persen dari total kematian akibat TB secara nasional.
“Balita memiliki risiko sangat tinggi mengalami TB berat dan fatal, termasuk meningitis TB yang menyerang selaput otak,” ujar Donald dalam diskusi yang berlangsung pada 23 Juli 2026.
Ia menjelaskan, banyak kasus TB anak terlambat terdeteksi karena gejalanya tidak spesifik, seperti berat badan sulit naik atau demam berkepanjangan. Keterlambatan diagnosis berpotensi mengganggu tumbuh kembang fisik maupun kognitif anak pada masa emas pertumbuhan.
Donald juga menyoroti masih tingginya kasus TB yang tidak terlaporkan ke dalam Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB), sehingga menghambat upaya pengendalian dan eliminasi TB secara nasional.
Menurutnya, diperlukan penguatan kebijakan dan integrasi layanan kesehatan melalui skrining aktif, perluasan cek kesehatan gratis, investigasi kontak erat, serta pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) bagi kelompok berisiko.
Jumlah Perokok Anak Terus Meningkat
Sementara itu, Direktur Eksekutif IYCTC, Manik Marganamahendra, menyoroti meningkatnya jumlah perokok anak dan remaja di Indonesia.
Data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) menunjukkan jumlah perokok usia 10 hingga 18 tahun meningkat dari 4,1 juta anak pada 2018 menjadi sekitar 5,9 juta anak pada 2023.
Menurut Manik, kebiasaan merokok pada anak bukan lahir dari pilihan sadar, melainkan akibat lingkungan yang menormalisasi rokok serta kemudahan akses untuk mendapatkannya.
“Dengan jumlah perokok anak hampir enam juta orang, ini menunjukkan negara belum optimal melindungi anak-anak dari produk adiktif yang berbahaya,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan hasil riset Universitas Indonesia dan Imperial College London yang menunjukkan 78,4 persen rumah tangga di Indonesia tercemar asap rokok. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
Karena itu, IYCTC mendorong perluasan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR), tidak hanya di fasilitas umum, tetapi juga di lingkungan rumah tangga yang menjadi ruang tumbuh anak.
Asap Rokok Tingkatkan Risiko TB pada Anak
Dalam kesempatan yang sama, dokter spesialis anak sekaligus health influencer, dr. Shela Putri Sundawa, Sp.A, menjelaskan hubungan medis antara paparan asap rokok dan meningkatnya risiko TB pada anak.
Menurut Shela, paparan asap rokok lingkungan atau second-hand smoke dapat meningkatkan risiko anak terkena TB aktif hingga 3,41 kali lipat. Bahkan, setiap tambahan satu anggota keluarga yang merokok di rumah dapat meningkatkan risiko infeksi TB laten pada anak hingga 2,56 kali lipat.
“Asap rokok merusak sistem pertahanan saluran pernapasan anak sehingga bakteri TB lebih mudah masuk dan berkembang dalam paru-paru,” jelasnya.
Selain asap rokok langsung, Shela juga mengingatkan bahaya third-hand smoke, yakni residu zat beracun yang menempel pada pakaian, rambut, kulit, sofa, hingga karpet rumah. Residu tersebut dapat bertahan selama berhari-hari dan tetap berisiko terhirup atau tertelan oleh anak-anak.
Karena itu, ia mengimbau para orang tua untuk berhenti merokok demi melindungi kesehatan dan masa depan anak.
Melalui momentum Hari Anak Nasional, STPI dan IYCTC menegaskan pentingnya penguatan kebijakan pengendalian rokok serta integrasi layanan penanggulangan TB guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan aman bagi anak Indonesia.




























