Lombokvibes.com, Lombok Utara – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Lombok Utara optimistis jumlah kunjungan wisatawan ke kawasan Tiga Gili akan kembali meningkat setelah berakhirnya ajang Piala Dunia 2026. Optimisme tersebut didorong oleh masih berlangsungnya periode high seasonhingga September serta tren pariwisata yang terus menunjukkan perbaikan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Denda Dewi Tresni Budi Astuti, mengatakan gelaran Piala Dunia 2026 sempat memengaruhi pola perjalanan wisatawan, termasuk kunjungan ke destinasi unggulan Lombok Utara seperti Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Menurutnya, sebagian wisatawan memilih menyesuaikan jadwal liburan dengan agenda pertandingan sehingga berdampak pada tingkat kunjungan selama turnamen berlangsung. Meski demikian, aktivitas pariwisata di kawasan Tiga Gili tetap berjalan normal.
“Memang saat ini masih memasuki periode high season yang berlangsung dari Juli hingga September. Namun, penyelenggaraan Piala Dunia sempat memengaruhi pergerakan wisatawan. Kami optimistis setelah event tersebut berakhir, kunjungan akan kembali meningkat,” ujar Denda, Rabu (22/7/2026).
Ia menjelaskan, saat ini jumlah wisatawan yang berkunjung ke kawasan Tiga Gili berada pada kisaran 2.000 hingga 2.500 orang per hari. Angka tersebut dinilai masih cukup baik di tengah pengaruh event internasional yang menyita perhatian masyarakat dunia.
Berdasarkan data Dispar Lombok Utara, sepanjang Januari hingga Juni 2026 jumlah kunjungan wisatawan ke Tiga Gili telah mencapai 305.957 orang.
“Capaian itu menjadi modal positif untuk mengejar target kunjungan hingga akhir tahun,” katanya.
Denda meyakini tren kunjungan wisatawan akan terus meningkat pada semester kedua tahun ini. Selain didukung musim liburan yang masih berlangsung, berbagai agenda promosi pariwisata dan event budaya yang digelar di Lombok Utara juga diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan domestik maupun mancanegara.
Menurutnya, keindahan alam Tiga Gili yang dipadukan dengan beragam atraksi wisata, budaya lokal, serta peningkatan kualitas layanan menjadi faktor penting dalam menjaga daya saing destinasi tersebut di tengah persaingan pariwisata nasional maupun internasional.
Meski hingga pertengahan tahun angka kunjungan masih berada di bawah capaian tahun sebelumnya yang mencapai sekitar 800 ribu wisatawan, Dispar Lombok Utara tetap optimistis target kunjungan tahun 2026 dapat tercapai.
“Dengan berakhirnya Piala Dunia serta masih panjangnya musim liburan, peluang peningkatan jumlah wisatawan masih sangat terbuka,” jelasnya.
Denda berharap momentum tersebut dapat dimanfaatkan seluruh pelaku industri pariwisata untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang berkunjung, tetapi juga kembali dan turut mempromosikan Tiga Gili sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia.
“Yang terpenting adalah bagaimana kita menjaga pengalaman wisatawan agar tetap positif sehingga mereka mau kembali dan merekomendasikan Tiga Gili kepada orang lain,” tutupnya.




























