Lombok Utara luncurkan Gerakan Saber DO, upaya tingkatkan kualitas SDM

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Pemerintah Kabupaten Lombok Utara resmi meluncurkan Gerakan Sapu Bersih Drop Out (Saber DO) sebagai langkah konkret dalam menuntaskan persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya. Peluncuran yang berlangsung di SKB Amor-Amor, Kayangan ini menjadi bagian dari program 99 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara periode 2025–2030, serta menandai dimulainya gerakan besar untuk menyelamatkan masa depan generasi muda daerah.

Acara peluncuran ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, SH., MH., yang didampingi oleh Ketua DPRD KLU, Agus Jasmani, sejumlah kepala OPD, perwakilan Forkopimda, tokoh masyarakat, serta para kepala desa dan kepala sekolah se-KLU.

Dalam laporan kegiatan, Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora) KLU, H. Adnan, M.Pd., memaparkan fakta yang cukup mencemaskan. Berdasarkan data yang telah dihimpun, tercatat 136 anak putus sekolah di jenjang SD, 221 anak di jenjang SMP, 315 anak lulusan SD tidak melanjutkan ke SMP, 613 lulusan SMP tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi, serta 924 anak yang sama sekali belum pernah mengenyam pendidikan formal.

“Setiap angka di dalam data ini bukan hanya statistik. Mereka adalah harapan yang tertunda, potensi yang belum tergali, dan masa depan yang perlu kita selamatkan,” ujar H. Adnan dengan penuh keprihatinan.

Ia menjelaskan bahwa langkah awal yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Dikbudpora adalah melakukan validasi data secara akurat, dilanjutkan dengan koordinasi lintas sektor mulai dari pihak sekolah, pemerintah desa, hingga dusun untuk menyisir anak-anak yang tidak lagi bersekolah.

“Program Saber Drop Out hadir sebagai upaya komprehensif untuk mengidentifikasi, menjangkau, dan memberikan solusi bagi setiap anak yang terhalang untuk bersekolah. Ini kerja besar, dan kita tidak bisa jalan sendiri. Butuh gotong royong dari semua pihak,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Lombok Utara H. Najmul Akhyar menegaskan bahwa peluncuran Saber DO bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah serius untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di KLU. Ia menyebut bahwa tantangan IPM berkaitan erat dengan persoalan pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

“Ketika kita berbicara tentang kesejahteraan, maka kita harus berbicara tentang IPM. Dan untuk meningkatkan IPM, pendidikan adalah kuncinya. Program Saber DO ini bukan hanya tentang angka, tapi tentang wajah-wajah anak-anak kita yang harus kita selamatkan dari ketertinggalan,” tegas Bupati Najmul.

Ia juga menambahkan bahwa seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, tantangan pendidikan di Lombok Utara pun ikut meningkat. Oleh karena itu, kolaborasi lintas sektor, dari pemerintah daerah hingga tokoh masyarakat dan adat, menjadi sangat penting dalam mensukseskan gerakan ini.

“Ini bukan pekerjaan satu dinas atau satu orang. Ini tanggung jawab kita semua. Anak-anak ini adalah masa depan Lombok Utara. Jangan ada lagi yang tertinggal, jangan ada lagi yang tidak punya kesempatan untuk belajar dan bermimpi,” tandasnya.

Bupati Najmul juga menegaskan bahwa keberlanjutan program ini adalah hal yang mutlak. Saber DO akan terus dikawal, dipantau, dan dievaluasi agar betul-betul berdampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat Lombok Utara.

Dengan semangat kolaborasi dan kepedulian bersama, peluncuran Saber DO menjadi titik awal gerakan besar untuk memastikan bahwa setiap anak di Lombok Utara memiliki hak yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik melalui pendidikan.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!