Waspada Hantavirus di Lombok Utara, Dinkes KLU ingatkan bahaya tikus di gudang dan dapur MBG

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara (KLU) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman hantavirus, penyakit infeksi berbahaya yang ditularkan melalui hewan pengerat seperti tikus.

Kepala Dinas Kesehatan KLU, dr. H. Lalu Bahrudin menegaskan bahwa virus ini dapat menimbulkan gangguan kesehatan serius hingga menyebabkan gagal napas apabila tidak diwaspadai sejak dini.

“Hantavirus itu adalah infeksi yang disebabkan kelompok virus hanta. Virus ini ditularkan ke manusia melalui hewan-hewan pengerat seperti tikus atau rodensia, kemudian ini memang sangat berbahaya,” ujarnya.

Menurutnya, seseorang yang terpapar virus biasanya mulai mengalami gejala dalam rentang waktu satu hingga tiga minggu setelah terkontaminasi. Gejalanya pun kerap menyerupai flu biasa sehingga sering tidak disadari.

“Gejalanya antara lain seperti flu biasa pada umumnya, demam, nyeri badan, sakit kepala, mual, muntah bahkan sampai sesak,” jelasnya.

Ia menerangkan, penularan hantavirus lebih banyak terjadi akibat manusia menghirup udara yang telah terkontaminasi kotoran, urine, maupun air liur tikus yang membawa virus tersebut. Risiko penularan meningkat saat membersihkan gudang, dapur, atau area lembap yang menjadi sarang tikus.

“Kalau kita membersihkan gudang atau dapur yang di dalamnya ada tikus, jangan langsung menyapu kotorannya. Sebaiknya dibasahi dulu kemudian diambil dan dibersihkan. Kalau langsung disapu, kotoran tikus yang sudah terkontaminasi virus bisa menyebar ke udara lalu terhirup oleh kita,” katanya.

Bahrudin menambahkan, hingga saat ini belum ditemukan obat khusus yang dapat membunuh hantavirus. Karena itu, langkah pencegahan menjadi hal paling penting untuk dilakukan masyarakat.

“Virus ini masuk ke dalam golongan berbahaya karena bisa menyebabkan gagal napas. Tingkat penyebaran dan penularannya juga cukup tinggi, sementara sampai saat ini belum ditemukan obat yang bisa menyembuhkan atau mematikan virus ini,” tegasnya.

Dinkes KLU pun mengimbau masyarakat agar menghindari kontak langsung dengan tikus maupun area yang dicurigai menjadi tempat berkembang biaknya hewan pengerat tersebut, terutama gudang penyimpanan dan dapur.

Selain menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, masyarakat juga diminta menggunakan sarung tangan ketika membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi. Makanan yang sudah dimasak pun disarankan disimpan di lemari tertutup agar tidak disentuh atau dilalui tikus.

“Kalau masakan habis selesai dimasak, taruhlah di dalam lemari supaya tidak disentuh oleh tikus atau tidak dilewati oleh mereka. Atau jauhkan dari jangkauan tikus-tikus ini,” ujarnya.

Secara khusus, Dinkes KLU juga memberi perhatian terhadap dapur-dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memiliki banyak gudang penyimpanan bahan makanan.

“Kami menghimbau kepada seluruh SPPG di MBG untuk tetap hati-hati. Apalagi kita tahu bahwa di SPPG juga banyak gudang-gudang penyimpan makanan, ini perlu kita waspadai. Kita harus ekstra hati-hati. Lakukan penjagaan dan pembasmian untuk tikus-tikus ini,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!