Lombokvibes.com, Mataram– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) NTB terus mematangkan persiapan menghadapi Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXI Tahun 2026.
Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggelar Training Center (TC) bagi kafilah terbaik NTB di Asrama Haji Kelas I Lombok, Mataram. Pemusatan latihan yang dimulai pada 5 Juli 2026 itu diikuti sebanyak 58 peserta terpilih dan didampingi 16 pelatih lokal pada delapan cabang musabaqah dengan 21 golongan.
Training Center secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Provinsi NTB, Abul Chair, pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan berlangsung selama 10 hari hingga 15 Juli 2026, kemudian dilanjutkan dengan pembinaan secara luring dan daring sampai pelaksanaan MTQN XXXI di Semarang pada 11–20 September 2026.
Dalam sambutannya, Abul Chair menegaskan pembinaan kafilah MTQ merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi NTB dalam membangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan berlandaskan nilai-nilai Al-Qur’an.
“Visi NTB Makmur Mendunia tidak cukup diwujudkan melalui pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi semata. NTB akan benar-benar makmur apabila masyarakatnya kaya ilmu, dan akan mendunia apabila generasi mudanya memiliki karakter Qur’ani,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah terus memperkuat sistem pembinaan yang lebih terukur, disiplin, dan profesional. Tahun ini, evaluasi peserta dilakukan secara sistematis melalui platform digital sehingga perkembangan kemampuan peserta maupun efektivitas pembinaan dapat dipantau secara objektif.
Ia menegaskan, evaluasi tersebut bukan untuk mencari kesalahan, melainkan menjadi instrumen meningkatkan kualitas pembinaan agar mampu menghasilkan prestasi yang lebih baik.
Selama masa pemusatan latihan, peserta juga diwajibkan mengikuti aturan disiplin yang lebih ketat, mulai dari pengaturan waktu, pembatasan kunjungan, hingga penggunaan telepon seluler. Kebijakan ini diterapkan untuk membangun fokus, kedisiplinan, dan kesiapan mental para peserta menjelang kompetisi tingkat nasional.
Abul Chair berharap seluruh peserta memanfaatkan masa pembinaan dengan sebaik-baiknya karena mereka tidak hanya membawa nama pribadi dan daerah, tetapi juga mengemban amanah sebagai duta Al-Qur’an yang diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.
“Pemerintah Provinsi bersama LPTQ akan memberikan dukungan terbaik selama proses pembinaan. Namun keberhasilan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kesungguhan dalam berlatih, kedisiplinan, keikhlasan, dan doa,” katanya.
Melalui pembinaan yang terstruktur, disiplin, dan berkelanjutan, Pemerintah Provinsi NTB optimistis kafilah NTB mampu tampil maksimal pada MTQ Nasional XXXI di Semarang. Selain memburu prestasi, pembinaan ini juga diharapkan mampu melahirkan generasi Qur’ani yang berilmu, berakhlak mulia, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.




























