Perkuat Program Desa Berdaya, NTB gandeng NGO Spanyol tangani kemiskinan dan air bersih

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram– Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) memperkuat sinergi dengan lembaga swadaya masyarakat (NGO) asal Spanyol, ONG Balanced World, guna mendukung percepatan pengentasan kemiskinan melalui program Desa Berdaya.

Kolaborasi tersebut dibahas dalam audiensi antara Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, dengan Yayasan Lombok Forgotten Children (Yayasan Andres) bersama perwakilan ONG Balanced World di ruang kerja Gubernur NTB, Jumat (3/7/2026).

Dalam pertemuan itu, pihak Lombok Forgotten Children dan ONG Balanced World memaparkan berbagai program kemanusiaan yang telah dijalankan di NTB selama delapan tahun terakhir sejak gempa bumi Lombok 2018.

Perwakilan ONG Balanced World, Rosa, menjelaskan bahwa organisasinya berfokus pada penyediaan akses air minum aman melalui distribusi filter air tanpa listrik ke sekolah, panti asuhan, dan kelompok masyarakat rentan. Selain itu, mereka juga menjalankan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta program pengelolaan sampah plastik yang diolah menjadi fasilitas sekolah.

Menurut Rosa, seluruh program tersebut didanai melalui anggaran publik Pemerintah Kepulauan Kenari (Canary Islands), Spanyol.

“Setiap tahun kami menjangkau sekitar 1.200 keluarga dan puluhan sekolah. Kami sangat berterima kasih atas dukungan dan keterbukaan pemerintah daerah terhadap inisiatif ini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menyampaikan apresiasi atas konsistensi bantuan yang diberikan NGO asal Spanyol tersebut, terutama dalam mendukung penyediaan air bersih yang dinilai berkontribusi terhadap pengurangan kemiskinan.

Meski demikian, Iqbal menilai berbagai program bantuan internasional yang selama ini masuk ke NTB belum memberikan dampak maksimal karena belum terkoordinasi secara menyeluruh.

“Masalahnya adalah sinkronisasi. Program dan proyek yang ada sering kali tidak terorkestrasi dengan baik. Oleh karena itu, Pemprov NTB kini mengambil peran sebagai dirigen agar semua bantuan tepat sasaran,” tegasnya.

Ia kemudian memperkenalkan Program Desa Berdaya sebagai salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi NTB yang difokuskan untuk mengentaskan kemiskinan ekstrem di 106 desa dengan sasaran sekitar 114 ribu jiwa atau sekitar dua persen dari total penduduk NTB.

Untuk memperkuat kerja sama jangka panjang, Gubernur juga mengusulkan pembentukan kemitraan resmi melalui skema Sister Province antara Pemerintah Provinsi NTB dan Pemerintah Kepulauan Kenari, Spanyol.

Menurutnya, kerja sama antarpemerintah tersebut akan memberikan kepastian hukum sekaligus mempermudah pelaksanaan dan pertanggungjawaban berbagai program kemanusiaan yang dijalankan di NTB.

“Jika kita memiliki payung hukum kerja sama yang kuat, segalanya akan lebih mudah. Saya juga mengundang Gubernur Kepulauan Kenari untuk berkunjung ke NTB melihat langsung program di lapangan sekaligus menandatangani kerja sama tersebut,” kata Iqbal.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur turut didampingi Kepala Bappeda NTB serta Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP3A) NTB untuk mulai memetakan peluang kolaborasi di wilayah Lombok Barat, khususnya Kecamatan Lembar dan Sekotong yang menjadi target program selanjutnya.

Writer: DwiEditor: Dwi ayu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!