Gili Air masuk daftar 7 destinasi terbaik Asia Tenggara 2025 versi Travel+Leisure

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Gili Air kembali menegaskan pesonanya di panggung wisata internasional. Pulau kecil yang terletak di antara Lombok dan Bali ini dinobatkan sebagai salah satu dari tujuh destinasi terbaik di Asia Tenggara tahun 2025 oleh majalah Travel+Leisure.

Dalam artikel bertajuk “The 7 Best Places to Visit in Southeast Asia in 2025” yang ditulis oleh Acacia Gabriel dan dirilis awal Agustus, Gili Air menempati posisi keenam dan dipuji sebagai tempat terbaik untuk relaksasi. 

Daya tarik utama pulau ini terletak pada atmosfer yang tenang dan bebas dari kendaraan bermotor, pantai berpasir putih yang alami, serta fasilitas wellness yang semakin berkembang.

Bagi pelancong yang mengutamakan ketenangan, Gili Air menghadirkan pengalaman yang menyejukkan jiwa. Sejumlah fasilitas seperti Flowers and Fire Yoga GardenH2O Yoga and Meditation Center, hingga Lovely Spa menjadi pilihan favorit wisatawan yang ingin menyelaraskan tubuh dan pikiran sambil menikmati panorama laut biru yang luas.

Tak hanya itu, Gili Air juga memberikan akses mudah ke Gili Meno, rumah bagi karya seni bawah laut “The Nest” oleh Jason deCaires Taylor yang menjadi salah satu spot snorkeling dan freediving paling ikonik di kawasan ini. Di sekitar Turtle Point, pengunjung berkesempatan menyelam bersama penyu laut dalam habitat alaminya, pengalaman yang semakin memperkuat posisi Gili Air sebagai destinasi relaksasi kelas dunia.

Gili Air juga menawarkan kehidupan lokal yang ramah dan suasana komunitas yang erat. Penginapan bergaya eco-friendly, kafe pinggir pantai dengan sajian sehat, serta suasana matahari terbenam yang tenang membuat banyak wisatawan memilih untuk tinggal lebih lama dari rencana awal mereka.

Sebagai bagian dari Kepulauan Gili, Gili Air menonjol karena keseimbangannya antara fasilitas wisata dan kehidupan santai yang jauh dari keramaian. Pulau ini cocok bagi wisatawan solo, pasangan, maupun mereka yang ingin melakukan retret pribadi.

Sementara itu, Amed di pesisir timur Bali, tepatnya di Abang, Karangasem, juga masuk sebagai destinasi terbaik untuk aktivitas menyelam dan snorkeling. Meski belum sepopuler pantai-pantai selatan Bali, Amed sudah dikenal luas di kalangan penyelam karena berbagai situs ikonik, seperti Japanese Shipwreck yang bisa dinikmati dengan snorkeling, serta Teluk Jemeluk yang dipenuhi terumbu karang warna-warni.

Dari Amed juga wisatawan dapat mengunjungi kompleks suci seperti Pura Lempuyang atau yang dikenal sebagai Gates of Heaven. Untuk menikmati pemandangan senja yang dramatis, Lahangan Sweet dan Sunset Point menjadi lokasi favorit dengan latar Gunung Agung yang memukau.

Tujuh Destinasi Asia Tenggara Pilihan Travel+Leisure 2025

Secara keseluruhan, berikut daftar lengkap tujuh destinasi terbaik versi Travel+Leisure:

  1. Khao Sok National Park, Thailand – sempurna bagi pecinta satwa liar
  2. Cao Bang, Vietnam – ideal untuk pengalaman anti-mainstream
  3. Siargao, Filipina – destinasi unggulan untuk berselancar
  4. Luang Prabang, Laos – tepat bagi penikmat situs Buddha dan kisah budaya
  5. Amed, Bali – terbaik untuk menyelam dan snorkeling
  6. Gili Air, Lombok – destinasi relaksasi nomor satu
  7. Penang, Malaysia – surga sejarah dan kebudayaan


Gili Festival 2025 segera digelar, sejumlah event lokal siap memukau

Gili Festival 2025 akan kembali digelar, dan tahun ini nuansanya terasa lebih istimewa. Tak sekadar festival biasa, event ini masuk dalam kalender Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI — artinya, perhatian nasional bakal tertuju ke salah satu pulau eksotis di Lombok Utara ini.

Festival yang akan berlangsung di destinasi tropis nan ikonik ini akan mengangkat kekayaan budaya lokal, salah satunya adalah ritual Mandi Safar atau Rebo Bontong, sebuah tradisi sakral masyarakat pesisir yang diyakini sebagai momen tolak bala. Tapi jangan bayangkan nuansa tradisional yang kaku — festival ini akan dikemas dengan cara yang lebih segar, kekinian, dan tentunya Instagrammable.

Dinas Pariwisata Lombok Utara (Dispar KLU) menggandeng Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) untuk memperkuat strategi promosi dan kemasan acara. 

Sekretaris Dispar, Ali Zulkarnaen, menegaskan bahwa karena event ini masuk KEN, persiapannya harus benar-benar matang.

“Gili Festival ini jadi perhatian pusat, jadi kami harus siapkan dari sekarang. Peran BPPD sangat penting untuk menjadikan festival ini atraktif bagi wisatawan,” ujar Ali, beberapa waktu lalu. 

Ketua BPPD, Harun Zaenudin, menyampaikan bahwa pihaknya siap turun langsung ke lapangan untuk mengoordinasikan berbagai unsur lokal, mulai dari desa, pelaku usaha, hingga warga sekitar.

“Kami akan minta draf acaranya dari Dispar dulu. Lalu kami bahas apakah ada yang perlu ditambahkan biar lebih kuat nilai jualnya. Intinya, kami ingin acara ini benar-benar sukses dan berdampak,” pungkas Harun.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!