Libur Nataru, okupansi hotel di Tiga Gili diprediksi tembus 70 persen

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara — Momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 membawa optimisme bagi pelaku pariwisata di kawasan Tiga Gili, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Gili Hotel Association (GHA) memprediksi tingkat okupansi hotel di Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air akan meningkat signifikan dan berada di kisaran 60 hingga 70 persen selama periode puncak liburan akhir tahun.

Ketua Gili Hotel Association (GHA), Lalu Kusnawan, mengatakan proyeksi tersebut didorong oleh libur panjang Nataru yang berlangsung mulai 22 hingga 31 Desember 2025. Pada periode tersebut, kawasan Tiga Gili secara konsisten menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan untuk berlibur sekaligus merayakan malam pergantian tahun.

“Awal Desember memang sempat terjadi penurunan kunjungan, namun tren itu diperkirakan berbalik saat memasuki puncak libur Nataru. Okupansi hotel kami proyeksikan stabil di angka 60 sampai 70 persen,” ujar Kusnawan, Senin (22/12/2025).

Untuk mengoptimalkan tingkat hunian, pelaku usaha hotel dan restoran di Tiga Gili menyiapkan beragam strategi promosi dan paket wisata.

Salah satunya melalui paket menginap yang dikombinasikan dengan jamuan makan malam, hiburan musik, acara tematik, hingga pesta perayaan malam tahun baru.

Menurut Kusnawan, paket-paket tersebut tidak hanya ditujukan untuk menarik minat wisatawan, tetapi juga mendorong peningkatan lama tinggal serta perputaran ekonomi lokal selama periode libur panjang.

Dari sisi pasar, wisatawan lokal dan domestik diperkirakan masih mendominasi kunjungan seiring adanya libur nasional yang cukup panjang. Meski demikian, wisatawan mancanegara tetap diharapkan hadir, terutama dari Australia, meskipun jumlahnya tidak sebanyak sebelum pandemi.

“Komposisi pengunjung masih didominasi wisatawan lokal, namun biasanya tetap ada turis Australia yang memilih merayakan akhir tahun di Tiga Gili,” jelasnya.

GHA berharap tren positif ini dapat menjaga keberlangsungan usaha pariwisata di Lombok Utara, sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat, mulai dari pelaku UMKM, transportasi lokal, hingga sektor jasa pendukung lainnya.

Dengan proyeksi okupansi yang membaik, kawasan Tiga Gili diharapkan kembali menunjukkan perannya sebagai salah satu ikon pariwisata NTB yang mampu menarik wisatawan di momen-momen strategis seperti libur Natal dan Tahun Baru.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *