Lombokvibes.com, Lombok Utara– Pembangunan Alun-Alun Kabupaten Lombok Utara (KLU) memasuki fase akhir. Progres tahap pertama kini mencapai 97 persen dan ditargetkan rampung melalui PHO pada 25 Desember. Dinas PUPR KLU berharap ruang publik itu sudah bisa digunakan masyarakat saat pergantian tahun.
Kepala Bidang Cipta Karya DPUPR Lombok Utara, Rangga Wijaya menjelaskan, pembangunan Alun-alun ini dibangun dalam dua tahap: tahap pertama pada 2025 meliputi plaza utama dan akses jalan masuk, sedangkan tahap kedua dijadwalkan berjalan pada 2026.
Meski pekerjaan fisik berjalan cukup cepat, pembukaan jalan masuk justru menjadi bagian paling menantang akibat proses administrasi lintas kementerian.
Bangunan Koramil yang berada tepat di jalur akses harus dibongkar untuk membuka pintu masuk alun-alun. Proses tersebut memerlukan persetujuan berjenjang dari Mabes TNI, Kementerian Pertahanan, hingga Kementerian Keuangan karena status bangunan sebagai aset vertikal yang tercatat secara nasional.
“Hampir dua bulan pekerjaan sempat terhenti menunggu keputusan penghapusan aset dari KPKNL,” cerita Rangga saat ditemui (11/12/2025).
Menurutnya, koordinasi intensif bersama Kodim menjadi kunci percepatan. Bahkan Dandim disebut ikut membantu proses komunikasi ke Jakarta untuk memperlancar izin pembongkaran. Setelah seluruh persyaratan dipenuhi, persetujuan akhirnya turun dan pembongkaran dapat dilakukan.
Di lapangan, pekerjaan fisik terus dikebut.
Hampir seluruh item utama telah selesai, menyisakan beberapa pekerjaan minor seperti pemasangan batu sikat di trotoar, penambahan vegetasi, penyelesaian lampu dekoratif, serta perapian timbunan di sisi timur.
Area tangga bergelombang yang menjadi ikon alun-alun kini sedang dipasangi lighting khusus yang menciptakan efek ombak pada malam hari.
Salah satu elemen paling mencuri perhatian adalah gapura utama yang menggunakan kulit batu impor dari India. Material ini dipilih karena tidak tersedia di Indonesia. Kulit batu tersebut dipadukan dengan lampu internal yang memancarkan efek motif berlapis saat malam hari. Sejumlah kunjungan teknis ke kantor perwakilan produsen di Tangerang turut dilakukan untuk memastikan kualitas material.
Kursi-kursi ala Malioboro juga akan dipasang di area plaza, namun masih menunggu pengiriman.
“Set di bagian kaki menggunakan ornamen besi ukir dan kayu solid,” sambungnya.
Sementara itu, dalam waktu dekat juga akan dipasang videotron besar yang berdiri di sisi area, namun itu bukan bagian dari proyek alun-alun, melainkan milik Bapenda KLU. Meski begitu, keberadaannya akan memperkuat nuansa modern kawasan tersebut.
Hingga kini, beberapa detail akhir masih dikerjakan, termasuk lighting di gapura dan taman, penanaman vegetasi tambahan, serta pembersihan area bekas bangunan Koramil. Kontraktor menjadwalkan item-item minor rampung sebelum 25 Desember.
Lebih jauh dijelaskan, tahap kedua Alun/alun akan direncanakan berlanjut pada 2026 ini. Namun, masih menunggu alokasi anggaran pada postur keuangan daerah.
“Pemda saat ini tengah melakukan penyesuaian mengikuti pemotongan dana transfer pusat serta kebutuhan prioritas lain, termasuk pembangunan jalan masuk ke sekolah rakyat dan infrastruktur pendukung,” ujarnya.
Meski demikian, Rangga optimistis plaza alun-alun tahap pertama segera dapat dinikmati masyarakat. Ruang publik baru ini diharapkan menjadi pusat aktivitas warga sekaligus lokasi perayaan malam tahun baru di Lombok Utara.


































