Lombokvibes.com, Mataram — Ruang Terbuka Hijau (RTH) Pagutan kian mengukuhkan diri sebagai salah satu ruang publik paling hidup dan favorit di Kota Mataram. Setiap pagi dan sore hari, kawasan ini ramai dipadati warga yang datang untuk joging santai, bersantai bersama keluarga, hingga sekadar menikmati suasana hijau di tengah kota.
Keramaian semakin terasa saat akhir pekan, terutama Sabtu dan Minggu, ketika pengunjung berdatangan dari berbagai penjuru Mataram.
Popularitas RTH Pagutan tidak lepas dari fasilitasnya yang lengkap dan ramah untuk semua kalangan. Jogging track yang tertata rapi menjadi lintasan andalan warga untuk berolahraga, sementara lintasan batu terapi dimanfaatkan pengunjung yang ingin menjaga kebugaran tubuh. Bagi keluarga, keberadaan playground yang aman dan nyaman menjadikan kawasan ini ruang bermain yang menyenangkan bagi anak-anak.

Lebih dari sekadar tempat olahraga dan rekreasi, RTH Pagutan juga berkembang sebagai ruang interaksi sosial dan ekonomi. Area UMKM yang tersedia memberi ruang bagi pedagang kaki lima untuk menjajakan beragam kuliner dan produk lokal. Kehadiran UMKM ini turut menambah semarak suasana sekaligus menjadi penggerak ekonomi warga sekitar.
Hamparan rumput hijau, vegetasi yang rimbun, serta keberadaan air mancur menciptakan kesan sejuk dan menenangkan. RTH Pagutan pun menjadi alternatif bagi masyarakat untuk melepas penat dari rutinitas perkotaan tanpa harus pergi jauh atau mengeluarkan biaya besar.
Faktor lain yang membuat RTH Pagutan diminati adalah tarif parkir yang terjangkau. Seorang tukang parkir setempat menyebut biaya parkir di kawasan ini relatif murah dan ramah di kantong.
“Parkir di sini murah saja. Untuk motor cukup Rp2.000, kalau mobil Rp5.000. Jadi orang-orang senang datang, apalagi kalau pagi dan sore,” ujarnya.
Salah seorang pengunjung, Salwa, mengaku RTH Pagutan menjadi lokasi favoritnya untuk berolahraga, khususnya joging. Ia menilai suasana yang nyaman dan fasilitas yang memadai membuat aktivitas olahraga terasa lebih menyenangkan.
“Saya sering joging di sini karena tempatnya nyaman, lintasannya enak, dan udaranya masih terasa segar. Apalagi sore hari, ramai tapi tetap tertib, jadi semangat olahraga,” kata Salwa.
Menurutnya, keberadaan RTH Pagutan sangat membantu masyarakat yang ingin hidup sehat tanpa harus mengeluarkan biaya mahal, sekaligus menjadi ruang untuk bertemu dan berinteraksi dengan warga lainnya.
Dari sisi aksesibilitas, RTH Pagutan juga dirancang agar inklusif dan dapat dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, termasuk penyandang disabilitas. Hal ini menegaskan fungsi RTH Pagutan sebagai ruang publik yang benar-benar terbuka untuk semua.
Ke depan, pengembangan RTH Pagutan dan ruang terbuka hijau lainnya di Kota Mataram masih terus berlanjut. Sejumlah rencana telah disiapkan, mulai dari pembangunan aviari sebagai sarana edukasi, gedung pertemuan terbuka, hingga penataan fasilitas bermain anak. Selain itu, revitalisasi RTH Selagalas dengan lintasan sepatu roda serta penguatan area UMKM unggulan juga menjadi bagian dari upaya memperluas fungsi ruang hijau kota.
Secara keseluruhan, RTH Pagutan tidak hanya berperan sebagai paru-paru kota, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial, olahraga, rekreasi, dan ekonomi warga. Dengan fasilitas yang lengkap, suasana yang nyaman, serta biaya yang terjangkau, RTH Pagutan terus tumbuh sebagai ikon ruang publik favorit masyarakat Kota Mataram.



































