Tak lagi nunggu penuh, kapal ke Gili kini berangkat tiap 30 menit

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara — Upaya meningkatkan kenyamanan dan kelancaran arus penyeberangan menuju Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, terus dilakukan. Mulai awal November 2025, Koperasi Karya Bahari (KKB) resmi menerapkan sistem penjadwalan keberangkatan kapal setiap 30 menit sekali dari Pelabuhan Bangsal.

Langkah ini disambut positif oleh para penumpang, wisatawan, hingga Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara (Dispar KLU). Jadwal teratur tersebut dinilai mampu mengurangi antrean panjang yang selama ini sering terjadi, sekaligus memberi kepastian waktu bagi pengguna jasa penyeberangan.

Ketua Koperasi Karya Bahari, Haji Sabarudin, mengatakan penerapan sistem baru ini merupakan bagian dari komitmen koperasi untuk menghadirkan layanan yang lebih tertib, aman, dan profesional.

“Dengan sistem ini, wisatawan tidak perlu menunggu terlalu lama. Mereka bisa menyesuaikan jam keberangkatan dengan jadwal kegiatan wisata masing-masing,” jelasnya.

Ia menegaskan, jadwal keberangkatan akan tetap berjalan setiap 30 menit sekali, meskipun jumlah penumpang tidak penuh. “Pokoknya setiap 30 menit boat langsung jalan, meski penumpang kurang 10 atau 20 orang. Prinsipnya, kami ingin memberikan rasa adil bagi sesama anggota koperasi dan kenyamanan bagi penumpang,” ujarnya.

Sabarudin menambahkan, sistem tersebut juga mengatur subsidi silang antaranggota agar tidak ada pihak yang dirugikan, sekaligus menghindari praktik overload kapal yang berpotensi membahayakan keselamatan penumpang. Selain itu, KKB juga mulai memisahkan kapal penumpang dengan kapal barang untuk meningkatkan kenyamanan pelayaran.

Langkah ini mendapatkan tanggapan positif dari berbagai pihak. Raden Dedi, salah satu pekerja hotel di Gili Trawangan, mengaku kini tidak khawatir terlambat berangkat kerja. “Kami yang bekerja di Gili jadi tenang. Sekarang kapal berangkat tepat waktu, tidak harus menunggu penuh dulu,” katanya.

Sementara Reni, wisatawan asal Kota Mataram, menyambut baik sistem baru yang dianggap lebih efisien. “Sekarang saya bisa mengatur waktu dari rumah. Tidak perlu terburu-buru dan tidak lama menunggu di dermaga,” ungkapnya.

Perubahan ini juga memberi dampak ekonomi positif bagi pedagang kecil di sekitar Pelabuhan Bangsal. Yusron, penjual es, mengaku dagangannya kini semakin laris. “Alhamdulillah, dengan jadwal 30 menit ini penumpang yang menunggu bisa belanja dulu. Rezeki kami juga ikut naik,” ujarnya.

Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Utara, Dende Dewi Tresna Budi Astuti, mengapresiasi inovasi yang dilakukan Koperasi Karya Bahari. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperbaiki kualitas layanan wisata bahari di kawasan tiga Gili.

“Kami menyambut baik terobosan ini. Harapannya pola seperti ini juga diterapkan di pelabuhan Gili Trawangan agar wisatawan semakin nyaman dan mau kembali berkunjung,” tegas Dende Dewi.

Koperasi Karya Bahari saat ini masih melakukan uji coba penjadwalan dan pemisahan kapal penumpang serta kapal barang. Evaluasi terus dilakukan agar sistem ini dapat berjalan optimal, sejalan dengan meningkatnya kunjungan wisatawan ke Lombok Utara.

Dengan sistem baru yang lebih teratur, transparan, dan ramah wisatawan ini, Lombok Utara menunjukkan langkah nyata dalam memperkuat citra kawasan tiga Gili sebagai destinasi unggulan yang aman, profesional, dan berdaya saing.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *