Puluhan juta rupiah dana tabungan siswa belum cair, puluhan wali murid SDN 1 Sigar Penjalin datangi sekolah

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Puluhan wali murid SDN 1 Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, mendatangi sekolah pada Senin untuk mempertanyakan kejelasan dana tabungan siswa yang hingga kini belum dikembalikan kepada para pemiliknya.

Kedatangan para orang tua tersebut merupakan bentuk protes dan tuntutan agar uang tabungan anak-anak mereka yang selama ini dikelola melalui pihak sekolah segera diserahkan.

Dalam pertemuan yang berlangsung di lingkungan sekolah, Kepala SDN 1 Sigar Penjalin, Baiq Nurhasanah, S.Pd.I, menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada para wali murid. Ia mengakui telah menggunakan dana tabungan siswa dan menyatakan siap bertanggung jawab untuk mengembalikannya.

“Mohon maaf bapak ibu wali murid SDN 1 Sigar Penjalin, kelas 1 sampai kelas 5, maaf karena tabungan belum terkumpul,” ujarnya di hadapan para wali murid.

Ia juga mengaku dana tersebut dipinjam untuk keperluan tertentu dan berjanji akan mengembalikannya. Namun, saat ini dirinya belum mampu melakukan pembayaran karena masih berupaya mencari dana pengganti.

“Tiang minta maaf, tiang yang pinjam. Nanti saya akan bayar karena ini saya anggap sebagai hutang saya. Untuk sekarang saya belum bisa, saya berusaha, tapi sampai saat ini saya belum dapat,” katanya.

Ia kembali menegaskan bahwa dirinya menyadari kesalahan tersebut.

“Saya ngaku salah ibu-ibu. Tabungan belum saya bisa kasih karena uangnya masih saya pinjam,” tambahnya.

Sementara itu, salah seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengaku kecewa karena dana tabungan anaknya rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sekolah.

“Rencananya tabungan itu buat beli perlengkapan anak saya sekolah, tapi mau bagaimana lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, jumlah tabungan anaknya mencapai lebih dari Rp2 juta. Namun nominal tersebut disebut masih lebih kecil dibandingkan tabungan sejumlah siswa lainnya yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah.

“Uang anak saya sekitar dua juta lebih. Itu paling sedikit dibandingkan wali murid yang lain sampai puluhan juta. Pokoknya kami tidak mau tahu, tabungan anak kami harus diserahkan,” tegasnya.

Hingga berita ini diturunkan, para wali murid masih menunggu kepastian waktu pengembalian dana tabungan tersebut. Mereka berharap pihak sekolah segera memberikan solusi dan kejelasan agar hak para siswa dapat segera dipenuhi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!