Lombokvibes.com, Mataram – Dalam atmosfer yang penuh semangat dan inspirasi, Grand Final Putri HijabFluencer 2025 digelar di Taman Budaya NTB dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP, yang akrab disapa Umi Dinda. Di hadapan 11 finalis yang tampil memukau, Umi Dinda menyampaikan pesan yang menggugah: hijab bukan penghalang, melainkan kekuatan yang membalut prestasi dengan etika dan sopan santun.
“Hijab bukan penghalang, melainkan kekuatan untuk bersinar,” ujar Umi Dinda dengan penuh keyakinan, menegaskan bahwa identitas keislaman perempuan tidak membatasi ruang gerak mereka untuk tampil, berkarya, dan memberi dampak positif.
Ajang pemilihan Putri HijabFluencer ini telah berjalan sejak tahun 2000 dan kini menjadi salah satu wadah konsisten untuk membentuk pribadi tangguh di kalangan perempuan muda berhijab.
Menurut Umi Dinda, kontes ini bukan sekadar kompetisi kecantikan atau mencari siapa yang paling unggul, tetapi merupakan proses membangun kepercayaan diri, pengalaman, dan keberanian generasi muda dalam merepresentasikan NTB ke mata dunia.
“Tujuan utama dari pemilihan ini bukan semata mencari juara, tapi bagaimana anak-anak kita memiliki pengalaman, tumbuh rasa percaya diri, dan mampu menjadi duta yang memperkenalkan NTB ke dunia luar,” tuturnya di depan para tamu undangan.
Final yang diikuti oleh 11 finalis terpilih ini menjadi panggung eksplorasi budaya dan ekspresi diri. Peserta tampil mengenakan busana berhijab modern yang memadukan nilai-nilai kekinian dengan sentuhan khas lokal seperti tenun NTB.
Penampilan mereka tidak hanya menyuarakan kecintaan terhadap budaya, tetapi juga memperlihatkan bahwa hijab dan tradisi lokal bisa berjalan beriringan tanpa kehilangan relevansi zaman.
“Saya bisik-bisik tadi dengan panitia, katanya kegiatan ini sudah rutin sejak tahun 2000. Artinya ada semangat luar biasa dari semua pihak untuk terus menampilkan duta-duta terbaik NTB yang penuh potensi,” tambah Umi Dinda dengan bangga.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya fokus pada siapa yang menang, tapi menghargai seluruh proses dan perjuangan yang telah dilalui para peserta.
“Yang berdiri di panggung ini bukan sekadar peserta, mereka ini adalah anak-anak yang telah menyiapkan diri dengan sangat matang. Kita harus apresiasi semua finalis, bukan hanya yang juara,” ucapnya tegas.
Menutup sambutannya, Umi Dinda menekankan pentingnya peran strategis perempuan dalam membentuk masa depan bangsa. Baginya, perempuan adalah pondasi awal lahirnya generasi unggul.
“Seorang perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya. Dari perempuanlah lahir generasi cerdas, berakhlak, dan berintegritas. Maka saya mengajak seluruh perempuan NTB untuk menjadi sosok yang membanggakan dan bisa jadi teladan bagi yang lain,” pungkasnya.
Ajang Putri HijabFluencer bukan hanya tentang gelar, tapi tentang bagaimana perempuan berhijab mampu menunjukkan integritas, kreativitas, dan kontribusi nyata bagi daerahnya. NTB kembali membuktikan bahwa dari balik hijab, cahaya prestasi bisa terpancar lebih terang.

































