Lombokvibes.com, Lombok Tengah – Artis dan model Nita Gunawan kembali mencuri perhatian publik setelah mengunggah potret dirinya berkebaya di Desa Sade, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Melalui unggahannya di media sosial, Nita tidak hanya memamerkan keindahan busana tradisional, tetapi juga memperkenalkan salah satu tradisi khas Suku Sasak yang unik, yaitu tradisi “Merariq” atau nikah lari.
Dalam postingannya, seperti yang terkutip dari laman sosial media pribadinya @nitagunawan, Nita menjelaskan bahwa tradisi Merariq merupakan adat pernikahan khas masyarakat Sasak, di mana seorang pria “menculik” kekasihnya untuk dibawa ke rumah kerabat sebagai langkah awal menuju pernikahan. Meski tampak ekstrem, prosesi ini dilakukan atas dasar suka sama suka dan akan diikuti pemberitahuan resmi kepada keluarga pihak perempuan.
“Tradisi ini unik karena menunjukkan cara masyarakat Sasak menjaga nilai budaya dan adatnya secara turun-temurun, dengan tetap berlandaskan rasa saling menghormati dan kesepakatan,” tulis Nita dalam keterangan unggahannya.

Foto: Nita Gunawan cantik berkebaya putih di Desa Adat Sade/instagram: @nitagunawan
Dalam foto-fotonya, Nita tampil memukau mengenakan kebaya putih berpadu kain songket merah, berjalan di antara deretan rumah adat beratap ilalang khas Desa Sade. Ia juga terlihat berinteraksi dengan warga setempat, termasuk berpose hangat bersama seorang nenek yang menjadi bagian dari kehidupan tradisional di desa wisata tersebut.
Unggahan Nita Gunawan di Desa Sade ini mendapat ribuan tanggapan dari warganet. Banyak yang mengapresiasi langkahnya dalam memperkenalkan budaya Lombok ke khalayak luas, sekaligus menunjukkan sisi elegan busana tradisional Indonesia.
Desa Sade sendiri dikenal sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Lombok Tengah. Desa ini menjadi tempat tinggal asli masyarakat Sasak yang masih memegang teguh adat istiadat dan tradisi leluhur, termasuk ritual Merariq yang kini sering menjadi daya tarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Melalui unggahannya, Nita seolah ingin menyampaikan bahwa kecantikan budaya Indonesia tak hanya terletak pada pesona alamnya, tetapi juga pada nilai-nilai tradisi yang hidup di tengah masyarakat. Desa Sade menjadi salah satu bukti bahwa warisan budaya bisa tetap lestari di tengah modernitas, asalkan terus diperkenalkan dan dihargai.








































