Banjir peminat, program pinjaman tanpa bunga Lombok Utara akan dinaikkan jadi Rp1,5 miliar

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Program pinjaman tanpa bunga Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Tingginya animo warga membuat Pemda berencana menambah nilai anggaran program tersebut menjadi Rp1,5 miliar pada tahun 2026 mendatang.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) KLU, Tresnahadi, menjelaskan bahwa hingga September 2025, realisasi penyaluran pinjaman tanpa bunga telah mencapai 75,55 persen dari total anggaran Rp1 miliar.

“Sampai September, dana yang sudah kita bayarkan untuk bunganya sebesar Rp755 juta dengan realisasi pinjaman Rp572 juta. Tinggal 25 persen lagi yang belum terealisasi, dan insyaallah akhir November ini sudah rampung semuanya,” ujar Tresnahadi optimistis.

Ia menyebutkan, minat masyarakat terhadap program pinjaman dengan bunga 0 persen itu sangat tinggi. Bahkan, pihak Bank NTB Syariah yang menjadi mitra pelaksana mencatat antrean pengajuan yang cukup panjang.

“Informasi dari pihak bank, banyak yang sudah diverifikasi dan tinggal dicairkan. Antusiasme masyarakat luar biasa,” ungkapnya.

Program pinjaman tanpa bunga ini diberikan kepada masyarakat baik secara individu maupun kelompok, dengan plafon maksimal Rp25 juta per orang. Dana dapat dimanfaatkan untuk berbagai sektor, seperti perdagangan, perikanan, maupun usaha kecil produktif lainnya.

“Skemanya sederhana, masyarakat hanya membayar pokok pinjaman. Bunganya ditanggung oleh pemerintah daerah melalui subsidi,” jelasnya.

Melihat besarnya manfaat dan minat masyarakat, Pemkab Lombok Utara berencana menaikkan alokasi anggaran dari Rp1 miliar di tahun 2025 menjadi Rp1,5 miliar pada 2026.

“Tahun depan kita usulkan naik menjadi Rp1,5 miliar karena peminatnya tinggi dan belum semua bisa terlayani,” kata Tresnahadi.

Ia menambahkan, kerja sama (PKS) antara Pemkab dengan Bank NTB Syariah untuk program ini akan diperpanjang pada Desember 2025, sehingga pelaksanaannya bisa dimulai kembali pada Februari 2026.

Program subsidi bunga ini menjadi salah satu inovasi andalan Lombok Utara. Bahkan, sejumlah daerah lain seperti Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Sumbawa mulai melirik dan berencana meniru skema serupa.

“Sejauh ini, hanya Lombok Utara yang memiliki program subsidi bunga seperti ini. Dampaknya sangat dirasakan masyarakat karena membantu mereka mengembangkan usaha tanpa terbebani bunga,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!