Lombokvibes.com, Lombok Utara – Siapa bilang kesuksesan perkebunan cuma milik perusahaan besar? Alwi, pemuda dari Desa Genggelang, membuktikan sebaliknya.
Dari lahan 50 are dan 600 pohon kakao, ia berhasil menciptakan kakao unggulan yang buahnya tumbuh super lebat di batang utama.
Pada 2023, Alwi bersama 14 rekannya membentuk Kelompok Tani Lereng Murmas dengan lahan garapan 15 hektare. Kelompok ini tidak sekadar menanam kakao, tapi fokus pada inovasi dan penelitian tanaman lokal.
Alwi mengembangkan klon unggulan lokal: Ijo Kajuman, Beneng Jomot, dan pohon jantan Mama Murmas. Dengan teknik penyerbukan buatan manual, mereka mengatur pertumbuhan buah hanya di batang utama. Hasilnya? Setiap pohon bisa menghasilkan 2–5 kg biji kering, atau sekitar 1.500–1.600 kg per bulan, setara 7,5 juta rupiah!
Kesuksesan Alwi bukan kebetulan. Ia belajar otodidak melalui observasi dan YouTube, lalu konsisten merawat tanaman dan berbagi ilmu ke anggota kelompoknya. Hasilnya, teknik ini kini jadi pionir penyerbukan buatan di Lombok Utara.
Kepala Desa Genggelang, Al Maududi, mengapresiasi semangat Alwi dan kelompoknya. “Petani sudah menunjukkan ketekunan dan kebersamaan mereka dalam berkelompok. Penemuan beberapa klon unggulan lokal dan kemampuan melakukan penyerbukan manual meningkatkan kualitas kakao lokal,” ujarnya kepada Lombokvibes.com (29/10/2025).

Ia berharap keberhasilan ini bisa mendorong lebih banyak pabrik pengolahan kakao seperti “Kampung Kakao Senara”, meningkatkan mutu hasil pengolahan, membuka peluang ekspor kakao premium, dan menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian.
Dengan varietas unggulan lokal dan teknik penyerbukan canggih, pemuda Genggelang membuktikan bahwa inovasi, konsistensi, dan kreativitas bisa mengubah pertanian lokal menjadi produk berkualitas global, sekaligus membuka jalan bagi regenerasi petani muda yang inovatif.



































