“The Max Selalu di Hati”, Pameran Bonsai Mini di Mataram jadi ajang seni dan penggerak ekonomi kreatif

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram — Suasana hijau dan artistik mewarnai kawasan Teras Udaya, Kota Mataram, dalam gelaran Pameran dan Kontes Bonsai Road to The Max 30 cm yang berlangsung pada 18–23 Mei 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Kelompok Tani Bonsai The Max 30 cm Indonesia Cabang Mataram ini menjadi ruang bertemunya seni tanaman, kreativitas, hingga kampanye pelestarian lingkungan.

Mengusung tema “The Max Selalu di Hati”, pameran tersebut menghadirkan sekitar 300 bonsai dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta datang dari Bali, Jawa Barat, Jawa Timur hingga Pulau Sumbawa untuk memamerkan bonsai terbaik mereka dalam kategori tinggi maksimal 30 sentimeter.

Meski berukuran kecil, bonsai dalam kategori The Max justru menuntut detail artistik yang tinggi. Karakter batang, komposisi akar, hingga harmoni keseluruhan pohon menjadi daya tarik utama yang dinilai dalam kontes tersebut.

Presiden The Max 30 cm Indonesia, I Made Suka, mengatakan konsep bonsai maksimal 30 sentimeter dibuat untuk menonjolkan detail estetika dan kreativitas para pegiat bonsai.

“Acara yang diadakan oleh The Max 30 cm Indonesia ini berfokus pada pembatasan ukuran bonsai maksimal tinggi 30 sentimeter guna menonjolkan keindahan dan kreasi seni tanaman yang lebih detail,” ujarnya, Selasa (20/5).

Menurutnya, kegiatan ini menjadi wadah bagi komunitas bonsai dari berbagai daerah untuk saling bertukar pengalaman sekaligus menunjukkan kualitas karya mereka kepada masyarakat.

Selain sebagai ajang seni, pameran bonsai juga membawa pesan penting tentang pelestarian lingkungan. Budidaya bonsai dinilai dapat menjadi media edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap penghijauan dan kelestarian alam.

“Kegiatan ini juga menjadi bagian dari edukasi pelestarian alam melalui budidaya tanaman sebagai upaya menghijaukan lingkungan serta mencegah kerusakan alam,” tambahnya.

Dari sisi ekonomi, geliat komunitas bonsai turut membuka peluang usaha kreatif, mulai dari penjualan tanaman, pot, media tanam, hingga perlengkapan perawatan. Kehadiran peserta dari luar daerah juga memberi dampak positif terhadap sektor pariwisata dan perputaran ekonomi lokal di Kota Mataram.

Kontes bonsai dalam kegiatan tersebut dinilai langsung oleh juri nasional dengan mengacu pada standar Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI). Salah satu juri nasional, Asep Mulyana, menjelaskan terdapat empat aspek utama dalam penilaian bonsai The Max.

“Keseimbangan visual, kesan alami, karakter pohon, hingga keserasian pot dan kesehatan tanaman menjadi poin penting dalam menentukan kualitas bonsai,” jelasnya.

Ia menambahkan, bonsai yang baik bukan hanya indah dipandang, tetapi juga mampu menghadirkan kesan alami layaknya pohon tua yang tumbuh di alam bebas.

Melalui kegiatan ini, komunitas bonsai berharap masyarakat semakin memandang tanaman bukan sekadar hobi, tetapi juga bagian dari seni, pelestarian lingkungan, sekaligus potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!