Lombokvibes.com, Mataram – Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia pendidikan Kota Mataram. Tim Tari SMPN 9 Mataram berhasil meraih juara pertama dalam ajang School Competition kategori tari modern dan tari kreasi yang digelar bertepatan dengan perhelatan MotoGP di Sirkuit Mandalika.
Kompetisi ini menjadi bagian dari rangkaian Pesta Rakyat Mandalika yang turut menyemarakkan atmosfer event internasional tersebut.
Tarian berjudul Titiyang Wetu Telu yang dibawakan oleh tim ini sukses memukau dewan juri dan penonton. Tarian tersebut menggambarkan filosofi kehidupan masyarakat Sasak yang menjaga keseimbangan antara hubungan manusia dengan Tuhan, sesama, dan alam.
Setiap gerakan mengandung makna mendalam—dari gerak khidmat yang melambangkan doa dan rasa syukur, hingga gerak kebersamaan yang mencerminkan gotong royong dan kasih sayang, serta gerakan yang menyentuh tanah dan langit sebagai simbol kewajiban manusia merawat alam sebagai sumber kehidupan.
Tim penari yang tampil penuh ekspresi ini terdiri dari Ni Komang Mega Tri Kayani, Ni Putu Ayu Laksmi Saputri, Sofia Angelia Hanafi, Nyoman Devita Prayanti, dan Ni Kadek Mely Meylani.
Kompetisi ini diikuti oleh lima sekolah tingkat SMP di Kota Mataram, yakni SMPN 5, SMPN 7, SMPN 9, SMPN 14, dan SMPN 15.
Keberhasilan SMPN 9 Mataram menjadi juara pertama tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga memperkuat eksistensi seni tari kreasi sebagai identitas budaya Lombok yang mampu tampil sejajar di panggung internasional.
Pelatih tari SMPN 9 Mataram, Ayutara Adelya, mengungkapkan rasa haru dan bangganya atas pencapaian para siswa.
Lulusan Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) Universitas Nahdlatul Ulama NTB itu menilai keberhasilan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan semangat pantang menyerah para penari muda binaannya.
“Sebagai pelatih, saya sangat bangga dan terharu melihat anak-anak berhasil meraih juara pertama. Segala kerja keras dan latihan tanpa lelah akhirnya terbayar. Lebih luar biasa lagi, mereka baru mendapat kabar keikutsertaan lomba sehari sebelum tampil, tapi tetap bisa menunjukkan performa terbaik dengan penuh percaya diri di atas panggung,” ujar Ayutara.
Kepala Sekolah SMPN 9 Mataram, Ahmad Fahrurazi, turut menyampaikan apresiasi atas keberhasilan siswanya. Ia berharap kemenangan ini menjadi momentum kebangkitan prestasi seni di sekolahnya.
“Kami berharap kemenangan ini menjadi titik balik bagi semangat siswa untuk terus berprestasi di bidang seni, baik tari modern maupun yang bernuansa budaya Sasak. Semoga capaian ini memotivasi mereka untuk terus berkarya dan mengharumkan nama sekolah di ajang-ajang berikutnya,” tuturnya.
Salah satu penari, Ni Putu Ayu Laksmi Saputri, mengaku sangat bangga dan terharu bisa tampil di ajang sebesar ini.
“Rasanya luar biasa bisa membawa nama sekolah dan memperkenalkan budaya Sasak melalui tarian Titiyang Wetu Telu. Walaupun waktu latihan singkat, kami tetap tampil dengan percaya diri dan sepenuh hati,” ungkapnya penuh semangat.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kreativitas dan seni budaya lokal mampu bersinar di tengah gelaran internasional seperti MotoGP Mandalika, sekaligus menegaskan bahwa semangat generasi muda Lombok terus hidup dalam setiap gerak dan irama tarian mereka.



































