Keren! Bakti Negara Lombok Utara borong 11 medali di Kejurnas Pencak Silat Haka Challenge Nasional Piala Gubernur 2025

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara-  Prestasi membanggakan ditorehkan squad atlet Bakti Negara Lombok Utara dalam ajang Kejuaraan Nasional Pencak Silat Haka Challenge Nasional Piala Gubernur yang digelar pada 20–21 Desember 2025 di GOR Sport Hall 17 Desember, Mataram, NTB.

Dari 15 atlet yang diturunkan, squad atlet Bakti Negara KLU sukses membawa pulang 11 medali dari berbagai kategori usia, mulai dari usia dini, pra remaja, remaja hingga SMA.

Kejuaraan berskala nasional ini menjadi ajang pembuktian kualitas pembinaan atlet muda Bakti Negara Lombok Utara. 

Hasilnya, para pesilat tampil maksimal dan menunjukkan daya saing tinggi menghadapi atlet-atlet terbaik dari berbagai daerah.

Medali emas diraih oleh empat atlet. Nasril Qodrianul Alfin keluar sebagai Juara 1 tanding kelas C remaja putra. Abdillah Arkhan meraih Juara 1 tanding kelas G pra remaja putra. Dwi Kartika Aprilia menyabet Juara 1 tanding kelas A remaja putri, sekaligus dinobatkan sebagai Pesilat Terbaik Putri. Sementara Asyifa Meia Deanova meraih Juara 1 tanding kelas D pra remaja putri.

Sementara itu, perolehan medali perak diraih oleh Laora Laras Asika sebagai Juara 2 tanding kelas C pra remaja putri, Ni Kadek Dwi Andini Juara 2 kategori seni tunggal baku pra remaja putri, serta BQ Alfida Quranun Aura Juara 2 tanding kelas H pra remaja putri.

Tiga medali perunggu turut melengkapi raihan tim. Humay Rratul Hidayah meraih Juara 3 kategori seni tunggal baku putri, Mesya Alda Juara 3 tanding kelas A remaja putri, Azka Aldric Alfareno Juara 3 tanding kelas B usia dini putra, dan Ezra Ardian Pradipta Juara 3 tanding kelas H usia dini putra.

Pelatih Bakti Negara Lombok Utara, Wayan Kembar, kepada Lombokvibes, menegaskan, bahwa capaian ini merupakan buah dari proses panjang dan disiplin latihan yang dijalani para atlet.

“Sungguh perjuangan yang sangat luar biasa dari atlet dan pelatih. Proses latihan dijalani dalam jangka waktu cukup lama dengan tekanan latihan setiap hari. Anak-anak mampu menerima dan menjalankan program latihan dengan sangat baik, dan hasil ini sangat membanggakan bagi kami,” ujar Wayan Kembar (22/12/2025).

Ia juga menyoroti momen paling berkesan selama persiapan hingga pertandingan. Menurutnya, fase latihan menjadi tantangan tersendiri bagi atlet muda untuk menyesuaikan diri dengan program yang ketat dan rutin.

“Yang paling berkesan adalah proses latihan. Bagaimana anak-anak harus menyesuaikan dan menyelesaikan program latihan yang sangat rutin. Saat pertandingan, semangat mereka luar biasa karena kami sudah siap bertanding dan bertemu atlet luar daerah yang juga menunjukkan kualitas tinggi di arena,” katanya.

Disebutkannya, perolehan 11 medali dari 15 atlet disebut telah melampaui target tim. Apalagi, tambahan gelar Pesilat Terbaik Putri yang diraih Dwi Kartika Aprilia menjadi hadiah istimewa bagi Bakti Negara Lombok Utara.

“Sangat bangga, ini sudah memenuhi target kami. Dengan 15 atlet bisa mendapatkan 11 medali itu sudah luar biasa. Ditambah satu atlet kami meraih kategori pesilat terbaik putri, ini benar-benar menjadi hadiah besar bagi kami,” ungkapnya.

Wayan Kembar menekankan, bahwa pencak silat bukan hanya soal teknik, tetapi juga kekuatan mental dan fisik yang harus seimbang.

“Semuanya harus kuat. Yang utama adalah mental, teknik, dan fisik harus berjalan seimbang. Atlet harus punya mental juara saat berada di arena,” tegasnya.

Ia juga memberikan pesan khusus bagi generasi muda dan orang tua agar aktif mendukung pembinaan sejak dini.

“Untuk generasi muda, cobalah melihat dan mempelajari bidang yang diminati. Di sini juga peran orang tua sangat penting, harus aktif membina dan mendukung anak-anak di zaman sekarang. Support itu kunci,” katanya.

Ke depan, sebutnya, Bakti Negara Lombok Utara menargetkan peningkatan kualitas dengan mengikuti kejuaraan di luar daerah.

“Target tahun depan kami ingin mencoba mengikuti event-event di luar daerah, supaya kami bisa melihat dan mengukur kualitas atlet kami dengan atlet dari daerah lain,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Wayan Kembar turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moril dan materil kepada Perguruan Bakti Negara. 

“Kami juga ingin mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung kami selama ini. Terima kasih banyak,” tutupnya.

Prestasi yang ditorehkan ini semakin menegaskan komitmen Bakti Negara Lombok Utara dalam mencetak atlet pencak silat berprestasi dan berdaya saing nasional, sekaligus menjadi inspirasi bagi pembinaan olahraga bela diri di Nusa Tenggara Barat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!