Lombokvibes.com, Mataram — Tim muda BPBA (Bajang Pemenang Bintang Autocare) asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) bersiap menorehkan cerita di ajang bergengsi International Youth Football Tournament Bali 7s 2026.
Menghadapi babak 4 besar, skuad U-10 dan U-12 membawa misi berbeda, yakni belajar, berkembang, sekaligus mengukir prestasi untuk Nusa Tenggara Barat (NTB).
Coach BPBA, M. Tohari, menegaskan bahwa kesiapan bermain anak-anak menjadi hal utama, di atas ambisi hasil akhir.
“Pertandingan besok yang paling penting adalah anak-anak siap untuk bermain. Di poin utama, terlepas dari hasil, karena ini sudah 4 besar, kami berharap bisa memberikan yang terbaik. Syukur-syukur bisa memenangkan pertandingan,” ujar Tohari kepada lombokvibes (2/4/2026).
BPBA datang dengan kekuatan 25 pemain, terdiri dari 12 pemain U-10 dan 13 pemain U-12. Namun sorotan tertuju pada skuad U-10 yang seluruhnya diisi pemain baru, tanpa pengalaman kompetisi besar sebelumnya.
“Kalau U-10 ini pemainnya baru semua, belum punya jam terbang. Mereka masih dalam tahap pengembangan skill, peralihan dari fase bermain ke pembentukan teknik dasar,” jelasnya.
Dalam pembinaan, pendekatan yang digunakan adalah kombinasi antara teknik dasar dan permainan. Bahkan di usia 10 tahun, aspek fisik seperti kecepatan dan kelincahan sudah mulai ditanamkan.
“Di usia 10 tahun, kami sudah mulai menyisipkan latihan kecepatan dan kelincahan. Ini penting untuk bekal mereka ke depan,” tambahnya.
Sementara itu, tim U-12 hadir dengan pengalaman lebih matang. Skuad ini telah dua kali tampil di Jakarta, memberi mereka keunggulan dari sisi mental dan pemahaman pertandingan.
Tohari optimistis, jika pembinaan berjenjang ini terus berjalan, para pemain muda tersebut bisa menjadi tulang punggung sepak bola NTB di masa depan.
“Insyaallah mereka memiliki potensi untuk membesarkan nama NTB. Kalau dilihat dari perjalanan usia dini, ke depan mereka bisa punya peran penting untuk sepak bola daerah,” katanya.
Meski begitu, pembinaan usia dini tak lepas dari tantangan. Salah satu yang paling krusial adalah menjaga konsistensi anak-anak untuk tetap menekuni sepak bola.
“Namanya anak usia dini, mereka belum benar-benar melihat sepak bola sebagai sesuatu yang harus ditekuni. Selain itu, saat peralihan dari SD ke SMP, banyak yang terkendala jarak sekolah atau masuk pondok, sehingga tidak bisa melanjutkan di sekolah sepak bola,” ungkapnya.
Di tengah tantangan tersebut, dukungan masyarakat menjadi energi besar bagi tim. Tohari menyampaikan apresiasi khusus kepada masyarakat NTB, terutama dari Lombok Utara, yang terus mendukung perjalanan BPBA Bajang hingga bisa tampil di ajang luar daerah.
“Kami berterima kasih untuk masyarakat NTB, khususnya di KLU, yang selalu mendukung BPBA hingga bisa ikut berkompetisi di sejumlah event di luar NTB,” ucapnya.
Ia pun berpesan kepada para pemain untuk menikmati setiap momen di lapangan sebagai bagian dari proses belajar.
“Untuk anak-anak, semoga bisa bermain enjoy, penuh semangat, penuh energi, dan menikmati pertandingan ini sebagai pembelajaran di masa depan,” tutup Tohari.
Dengan keberanian tampil di panggung internasional dan semangat belajar yang kuat, BPBA Bajang tidak sekadar mengejar kemenangan di Bali, tetapi juga sedang membangun masa depan sepak bola NTB dari fondasi usia dini.
Berikut jadwal pertandingan BPBA Lombok Utara pada Jumat:
Kategori U-10
08.50 WITA: BPBA vs BSS Jakarta (Lapangan 10.5)
14.25 WITA: BPBA vs Sintaeyong Academy (Lapangan 10.5)
Kategori U-12
14.25 WITA: BPBA vs Bali Bulldogs (Lapangan 12.8)
16.55 WITA: BPBA vs HDSS (Lapangan 12.8)




























