Lombokvibes.com, Lombok Utara – Dari kegemaran membaca novel dan cerita daring, Utami Dhamitta atau yang akrab disapa Tami, menjelma menjadi salah satu penulis muda berbakat yang berhasil mengharumkan nama sekolah dan daerah Kabupaten Lombok Utara (KLU).
Siswi kelas XII SMAN 1 Gangga itu baru saja menorehkan prestasi membanggakan: juara 1 lomba penulisan cerpen pada Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) 2025 untuk jenjang SMA/MA/Sederajat tingkat provinsi, hingga karyanya berjudul “Muja Balit” melaju ke tingkat nasional.
Cerpen “Muja Balit” sendiri lahir dari pengamatan Tami terhadap adat pemujaan di sekitarnya. Ide sederhana itu ia kemas dengan narasi yang kuat hingga mampu memikat dewan juri.
“Saya awalnya hanya suka baca-baca buku novel dan cerita di media online. Dari sana saya kepikiran, kalau mereka bisa menulis kenapa saya tidak mencoba juga? Awalnya menulis kisah remaja, tapi setelah ikut pelatihan dan didampingi guru, saya belajar bahwa inspirasi bisa lahir dari sekitar kita,” tuturnya kepada Lombokvibes.com, kemarin (5/9/2025).
Perjalanan Tami menekuni dunia kepenulisan tidaklah instan. Sebelum akhirnya percaya diri ikut lomba, ia kerap mengirimkan cerpen kepada gurunya untuk dikoreksi. Dukungan keluarga dan teman-teman membuatnya semakin yakin untuk terus menulis.
“Sejujurnya saya lebih sering menulis cerita bersambung seperti novel. Tapi dari tugas cerpen yang diberikan guru, saya belajar lagi bagaimana menulis cerita pendek yang padat dan kuat,” tambah remaja kelahiran 16 Maret 2008 itu.
Lebih jauh ia menyebutkan, kemenangan hingga bisa menembus tingkat nasional ini masih terasa seperti mimpi. Namun ia berjanji tidak akan berhenti menulis.
“Rasanya senang sekali bisa tembus nasional. Sampai sekarang masih tidak menyangka bisa sampai di titik ini,” ujarnya.
Bakat Tami sendiri tidak luput dari perhatian guru Bahasa Indonesia sekaligus pembina Teater Bintang SMAN 1 Gangga, De Galih Mulyadi. Guru sekaligus penulis yang karyanya telah melanglang buana itu mengakui, bahwa sejak awal, sosok Tami memang memiliki bakat yang lebih menonjol dibanding siswa lain.
“Pada saat seleksi, menurut saya karyanya cukup baik dan menggungguli karya yang lain. Ia juga rajin membaca dan punya koleksi novel yang dibelinya sendiri. Itu membuatnya punya modal imajinasi dan wawasan luas,” jelasnya.
Galih pun mengarahkan Tami untuk terus menulis berbagai tema sebagai latihan. Beberapa karyanya kemudian dibahas bersama, hingga akhirnya melahirkan cerpen yang matang dan layak dibawa ke kompetisi.
“Saya cukup getol memberi ruang untuk materi sastra di kelas. Dari analisis hingga mencipta karya, semua saya dorong. Tami salah satu yang paling serius menekuninya,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Gangga, Dra. Haerani, tak bisa menyembunyikan kebanggaannya.
“Alhamdulillah di bulan kemerdekaan RI, siswa kami meraih predikat juara 1 penulisan cerpen tingkat provinsi. Ini hadiah luar biasa yang membanggakan sekolah kami. Kami percaya Tami memiliki potensi besar menjadi penulis hebat dan menginspirasi banyak orang,” ungkapnya secara terpisah.
“Semoga bisa mencapai kesuksesan yang lebih besar lagi,” pungkasnya.




























