Apni Jaya Putra: Jadikan AI sebuah peluang jangan jadikan tantangan

Selain itu, lanjut Apni, pemanfaatan teknologi AI ini sangat diterima dengan kebiasaan masyarakat saat ini dalam mengkonsumsi sebuah suguhan informasi.

“Saya katakan teknologi AI ini sudah menemui eranya sekarang. Saat ini perkembangan key technology generasi Z yang Sukanya avatar,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, Apni juga menjelaskan mengenai pemanfaatan AI di newsroom. Melalui teknologi AI, kata dia, dapat membuat human digital presenter, melakukan cloning sintesa suara, mengganti tampilan presenter hanya dengan teks. Bahkan, kata dia, di Amerika saat ini sudah ada radio GPT yang menggunakan teknologi AI ini.

“Saya selalu bilang ke presenter, kalua kemampuan presenter hanya bisa membaca berita, maka tidak dimungkiri 2 atau 3 tahun ke depan lagi akan tergantikan AI. Makanya, saya selalu mendorong presenter untuk meningkatkan kemampuannya agar tidak tergilas AI,” ucapnya.

Dari segi bisnis media, teknologi AI ini juga memiliki peluang. Saat ini banyak perusahaan yang ingin memasang iklan (misalnya iklan televisi) yang modelnya diperagakan avatar AI.

Dengan demikian, perkembangan teknologi AI ini tentu menjadi peluang yang perlu dimanfaatkan media saat ini. Karena jika dilihat dari efisiensinya, dengan teknologi AI ini modal capitalnya akan lebih rendah dan juga sumber daya manusia yang digunakan akan lebih sedikit. Selain itu, penyampaian substansinya akan lebih cepat dan beragam.

“Dulu newsroom terdiri dari berbagai orang, tapi sekarang dengan hadirnya teknologi AI, newsroom bisa dikerjakan hanya beberapa orang saja. Sistem birokrasi newsroom juga akan lebih sederhana. Perubahan inilah yang nantinya akan tergantikan AI,” tuturnya.

Terkait kemampuan teknologi AI yang mampu mengkloning bahasa, Apni juga mengaku aspek inilah yang menjadi salah satu kekhawatiran penggunaan AI. Sebab saat ini, kata dia, belum ada regulasi yang mengatur tentang kloning suara untuk AI.

“Ke depan, memang perlu ada regulasi soal kloning suara ini. Khawatirnya jika kloning suara ini tidak diatur regulasi, maka akan timbul permasalahan baru. Itulah yang perlu dipikirkan pemerintah mengantisipasi perkembangan teknologi AI ini,” katanya.

Program Indonesia Digital Conference (IDC) dan AMSI Awards adalah bagian dari program kerjasama AMSI dengan Internews dan USAID MEDIA untuk membangun keberlanjutan bisnis media di Indonesia. Pada gelaran tahun ini, IDC dan AMSI Awards juga mendapatkan dukungan dari PT Astra International Tbk, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Pertamina (Persero), PT Adaro Energy Tbk, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, PT Merdeka Copper Gold Tbk, Bank BJB, Harita Nickel, PT XL Axiata Tbk, dan Minderoo Foundation. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!