Banjir besar di Mataram: 30 ribu jiwa terdampak, 520 mengungsi dan butuh bantuan logistik

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Mataram – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Mataram dan sekitarnya pada Minggu, 6 Juli 2025, mengakibatkan banjir merendam ribuan rumah warga. 

Peristiwa yang terjadi sejak pukul 14.00 WITA tersebut disebabkan oleh hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berlangsung selama beberapa jam, disertai kilat dan angin kencang.

Adapaun Kecamatan terdampak antara lain Sandubaya, Mataram, Cakranegara, Sekarbela, Selaparang, dan Ampenan. Debit air sungai yang meningkat secara drastis menyebabkan luapan yang membanjiri permukiman warga. Banjir mulai masuk ke rumah-rumah sekitar pukul 16.00 WITA.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat, Ir. H. Ahmadi, menyampaikan bahwa Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama BPBD Kota Mataram, TNI/Polri, Basarnas, Dinas Sosial, serta relawan dan aparat setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan evakuasi dan penyelamatan warga terdampak.

“Total warga terdampak saat ini tercatat sebanyak 7.676 kepala keluarga atau 30.681 jiwa. Ada 15 orang mengalami luka-luka dan sebanyak 520 jiwa mengungsi ke tempat aman. Proses pendataan untuk korban meninggal dan hilang masih terus dilakukan,” jelas Ahmadi.

Selain korban jiwa, banjir juga menyebabkan kerusakan fisik. Tercatat sembilan unit rumah mengalami rusak berat, sementara fasilitas pendidikan masih dalam proses pendataan.

Dalam upaya penanganan, BPBD NTB terus berkoordinasi dengan BPBD Kota Mataram dan stakeholder terkait. Distribusi bantuan logistik telah dilakukan, serta informasi dan imbauan kepada masyarakat juga terus disebarkan.

Saat ini, terdapat sejumlah kebutuhan mendesak yang diperlukan oleh warga terdampak, antara lain:

  1. Makanan siap saji
  2. Air mineral
  3. Terpal
  4. Alat kebersihan

“Masyarakat kami minta untuk tetap waspada, terutama saat berada di luar rumah. Jangan membuang sampah di saluran air dan bersihkan drainase untuk mencegah banjir susulan,” tambah Ahmadi. Ia juga mengingatkan potensi terjadinya hujan deras dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba seiring peralihan musim.

Saat ini kondisi di lokasi terdampak telah berangsur kondusif. Tim gabungan masih berada di lapangan untuk melakukan pembersihan material pasca-banjir.

Pemerintah Provinsi NTB bersama seluruh elemen terus berupaya maksimal untuk memulihkan kondisi dan memastikan keselamatan warga. 

Masyarakat diminta untuk terus mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang dan tetap menjaga lingkungan agar bencana serupa dapat diminimalisir di masa mendatang.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!