Lombokvibes.com, Mataram – Di tengah kabar membanggakan tentang Gili Trawangan yang kembali menuai sorotan internasional sebagai destinasi berenang terbaik dunia 2026 versi Forbes, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak menutup mata terhadap berbagai persoalan klasik yang masih menjadi perhatian wisatawan.
Kepala Dinas Pariwisata KLU menegaskan, pemerintah daerah menyadari isu sampah, ketersediaan air bersih hingga penerangan jalan masih menjadi sorotan. Namun ia memastikan, penanganan sudah berjalan secara bertahap dan terkoordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Terkait permasalahan di Gili, bertahap sudah ada jalan keluarnya. Bisa dihubungi juga OPD terkait penanganannya,” ujarnya dalam keterangan kepada Lombokvibes.com, kemarin (21/2/2026).
Ia menambahkan, persoalan yang mencuat tidak hanya menyangkut kebersihan dan air, tetapi juga penerangan jalan di sejumlah titik.
“Termasuk terkait penerangan jalan. Insha Allah satu per satu akan teratasi,” katanya.
Koordinasi dengan PU, Perbaikan Sesuai Skala Prioritas
Tak hanya itu, Dinas Pariwisata juga mengakui adanya keluhan wisatawan terkait akses menuju sejumlah destinasi, termasuk kawasan Sire. Menanggapi hal tersebut, pihaknya memastikan telah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk langkah perbaikan.
“Kami sudah koordinasikan dengan PU. Insha Allah akan dibaguskan, tapi menyesuaikan dengan kondisi urgensi jalan,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa kebutuhan perbaikan infrastruktur jalan tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan juga di banyak desa lain di Lombok Utara yang sama-sama membutuhkan percepatan penanganan.
“Karena tentu jalan desa juga banyak yang minta disegerakan, menyesuaikan anggaran,” tambahnya.
Menurutnya, penanganan infrastruktur harus mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan fiskal daerah agar solusi yang diambil tetap terukur dan berkelanjutan.
Prestasi Global Jadi Momentum Pembenahan
Di sisi lain, pengakuan dunia terhadap Gili Trawangan dinilai sebagai momentum penting untuk mempercepat pembenahan. Status sebagai destinasi unggulan global membawa konsekuensi peningkatan standar layanan dan tata kelola.
Pemerintah daerah, kata dia, tidak ingin euforia prestasi menutupi pekerjaan rumah yang masih ada. Justru sebaliknya, capaian tersebut dijadikan pendorong untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, mulai dari kebersihan, pengelolaan air, penerangan hingga infrastruktur akses.
Dengan pendekatan bertahap dan kolaboratif, Pemkab KLU optimistis persoalan yang selama ini menjadi keluhan akan terurai satu per satu.
“Insha Allah satu per satu akan teratasi,” tegasnya kembali.
Pengakuan internasional dan komitmen pembenahan infrastruktur menjadi dua sisi yang kini berjalan beriringan di Lombok Utara. Gili bukan hanya soal pesona laut dan pasir putih, tetapi juga tentang keseriusan menjaga kualitas destinasi kelas dunia secara berkelanjutan.








































