Amsi dan Tiktok Indonesia gelar workshop  upaya melindungi pengguna dan remaja dari bahaya judi online

Lombokvibes.com, Jakarta– Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama Tiktok Indonesia menggelar workshop terkait upaya melindungi pengguna dan remaja dari bahaya judi online (Judol). Workshop yang melibatkan KOMDIGI, konten kreator, dan lebih dari 70 jurnalis seluruh Indonesia itu, digelar secara daring, Selasa (18/3/2025).

Perkembangan Judi Online (Judol) ini memang sangat masif, cepat, dan besar. Judol ini tidak hanya menyasar manusia dewasa namun juga usia remaja. Untuk itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk memberantas Judol ini.

“Jadi memang nggak bisa sendiri,” ujar Gaib selaku Direktur MNC Trijaya Group saat membuka Workshop. 

Public Policy and Government Relations Tiktok Indonesia (Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah) Marshiella Pandji menjelaskan, sebagai salah satu platform digital, Tiktok Indonesia berkomitmen menjaga dan menciptakan ekosistem digital yang sehat dan positif bagi pengguna, karena sebagai platform, Tiktok terus berupaya untuk mendukung kreativitas dan memberikan hiburan yang menyenangkan bagi pengguna. 

Dijelaskan, ada beberapa langkah atau cara Tiktok Indonesia untuk melaksanakan komitmen menciptakan ruang digital yang aman, sehat, dan positif bagi pengguna, khususnya pengguna remaja. 

Pertama, dengan panduan komunitas dan standar moderasi Tiktok. Panduan komunitas ini mengatur apa yang boleh dan tidak boleh dibagikan di Platform Tiktok.

“Kami selalu memperbarui ini secara rutin, sesuai perkembangan kebutuhan digital yang ada,” ujarnya.

Kemudian terdapat  fitur keamanan dan fitur pelibatan keluarga. Fitur ini memberikan orang tua atau orang dewasa untuk memantau aktivitas pengguna remaja atau anak dalam bermain media sosial Tiktok.

“Kami juga terus berupaya, melalui bantuan sistem moderasi, kami sudah menghapus 900 ribu video, 2,2 juta komentar, serta 35 ribu iklan terkait perjudian sepanjang tahun 2024,” jelasnya.

Selain itu, Tiktok disebutkan juga telah melakukan banyak kolaborasi strategis bersama berbagai pihak. Salah satunya adalah Komdigi, dengan peluncuran #Lawanjudol.

Menimpali itu, Marolli Indarto selaku Direktur Kemitraan Kehumasan dan Kelembagaan Komuikasi Digital Indonesia (Komdigi), mengakui bahwa Tiktok Indonesia memiliki komitmen tinggi untuk memberantas Judol. 

“Sangat cepat memang penanganan dari Tiktok untuk judi ini,” sebutnya.

Konten Kreator Samuel Christ menyebutkan, dampak judi online sangat besar. Sistem Judol juga memanfaatkan psikologis pemain, agar ingin terus bermain hingga jatuh miskin. 

Dia pun mengatakan, judol ini hanya membawa para pemainnya untuk jatuh miskin bukan untuk menjadi kaya raya. 

“Tidak ada cara cepat untuk menjadi kaya. Yang ada hanya cara cepat untuk menjadi miskin. Cara cepat untuk jatuh miskin adalah melakukan cara cepat untuk menjadi kaya,” pungakasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!