Panen raya di Lombok Utara, Dirut Bulog tegaskan NTB kunci target 4 juta ton beras nasional

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Pemerintah pusat menempatkan Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai salah satu poros utama swasembada pangan nasional. Penegasan itu disampaikan Direktur Utama Perum BULOG, Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, saat menghadiri Panen Raya Perdana dan Launching Serapan Gabah di Desa Jenggala, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, Jumat (30/1/2026).

Kegiatan tersebut menjadi penanda dimulainya percepatan serapan gabah petani menuju target nasional empat juta ton setara beras pada 2025, sekaligus menegaskan posisi NTB sebagai lumbung pangan strategis Indonesia.

Didampingi Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri, Ahmad Rizal menekankan bahwa swasembada pangan bukan program jangka pendek, melainkan agenda besar negara yang harus dijaga kesinambungannya hingga 2029.

“Swasembada pangan bukan dicapai sekali lalu selesai. Ini adalah perjuangan berkelanjutan sampai 2029, dan itu membutuhkan komitmen semua pihak, dari pusat sampai ke petani,” ujar Ahmad Rizal.

Ia menyebutkan, BULOG akan melakukan roadshow ke seluruh daerah sentra produksi untuk memastikan serapan hasil panen berjalan optimal dan harga gabah petani tetap terjaga.

“Kami akan turun langsung ke daerah-daerah. Negara harus hadir memastikan hasil panen petani terserap dengan baik,” tegasnya.

Ahmad Rizal juga mengingatkan bahwa swasembada pangan tidak hanya bertumpu pada beras. Komoditas jagung juga menjadi perhatian serius pemerintah.

“Target nasional jagung tiga juta ton di 2025 sudah tercapai. Tahun 2026 ditingkatkan menjadi empat juta ton. Dari sembilan provinsi lumbung pangan nasional, NTB adalah salah satunya,” katanya.

Kehadiran Dirut BULOG di Lombok Utara juga memiliki makna emosional tersendiri. Ahmad Rizal mengaku memiliki ikatan batin dengan Lombok sejak bertugas di wilayah tersebut saat bencana gempa 2018.

“Pengalaman saya di Lombok pada 2018 membuat daerah ini terasa seperti rumah sendiri,” ungkapnya.

Sementara itu, Pemerintah Provinsi NTB melalui Plt Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Eva Dewiyani, menegaskan kesiapan daerah dalam mengawal program swasembada pangan nasional.

“NTB memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Program swasembada pangan ini bukan hanya soal produksi, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Eva menyebutkan, NTB saat ini memfokuskan pembangunan pada tiga sektor utama, yakni pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penguatan NTB sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Alhamdulillah, target nasional yang dirancang empat tahun dapat dicapai hanya dalam satu tahun,” katanya.

Dari sisi daerah, Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri menegaskan bahwa Lombok Utara siap menjadi bagian penting dalam agenda besar tersebut. Ia mengungkapkan bahwa daerahnya memiliki lebih dari 5.000 hektare lahan persawahan yang berpotensi menopang target produksi nasional.

“Saat ini yang siap panen memang baru sekitar lima hektare, tetapi potensi ke depan sangat besar dan akan terus kami dorong,” jelas Wabup Kus.

Menurutnya, dukungan pemerintah daerah tidak hanya pada aspek lahan, tetapi juga penguatan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, TNI-Polri, dan masyarakat.

“Kami berkomitmen penuh menyukseskan program swasembada pangan nasional. Ini bukan hanya target pemerintah, tetapi kepentingan bersama demi kesejahteraan petani dan masyarakat,” tegasnya.

Wabup Kus juga mengapresiasi dipilihnya Lombok Utara sebagai lokasi panen raya dan launching serapan gabah, yang dinilainya sebagai simbol kepercayaan pemerintah pusat terhadap daerah.

“Selamat datang di Gumi Tioq Tata Tunaq. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat nyata bagi masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan nasional,” tutupnya.

Response (1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!