Lombokvibes.com, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara terus mendorong pemerataan pengembangan pariwisata hingga ke wilayah daratan. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui penyusunan Dokumen Rencana Pembangunan Kawasan Perdesaan (RPKP) Pariwisata di Kecamatan Pemenang untuk periode 2025–2030.
Sosialisasi penyusunan RPKP tersebut digelar oleh Konsepsi NTB pada Selasa (20/8/2025) di Angkringan Balap, dan dihadiri langsung oleh Sekretaris Daerah KLU, Anding Duwi Cahyadi.
Dalam arahannya, Sekda Anding menyampaikan bahwa selama ini, kunjungan wisatawan masih didominasi oleh kawasan Gili Tramena (Trawangan, Meno, dan Air) yang sudah dikenal luas hingga mancanegara. Namun demikian, kunjungan ke wilayah daratan masih tergolong rendah.
“Wisatawan yang datang ke Gili bisa ribuan per hari, tapi yang ke daratan hanya sekitar sepuluh persen. Ini yang harus kita ubah,” ujar Anding.
Ia mendorong para pelaku pariwisata untuk mengembangkan potensi lokal yang ada di daratan, seperti wisata air terjun, budaya, dan kekayaan alam lainnya. Menurutnya, kualitas dan daya tarik wisata daratan harus ditingkatkan agar bisa menarik lebih banyak kunjungan.
Terkait dengan penyusunan RPKP di Kecamatan Pemenang, Sekda menyatakan dukungannya penuh dan optimistis hasilnya akan memberikan dampak signifikan di masa depan.
“Rencana ini mungkin belum terasa sekarang, tapi saya yakin akan jadi fondasi penting yang membawa manfaat besar nantinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Direktur Konsepsi NTB, Kherur Anwar, menyampaikan bahwa RPKP Pariwisata Pemenang akan dijadikan kawasan percontohan untuk wilayah lain di Lombok Utara.
“Ini adalah langkah awal. Insya Allah, tahun-tahun berikutnya seluruh kecamatan di KLU akan memiliki dokumen RPKP masing-masing,” katanya.
Acara sosialisasi ini juga dihadiri oleh Kepala Dinas PUPR KLU Kahar Rizal, Sekretaris Dinas Kominfo H. Shofan Ardianto, Sekcam Pemenang, para kepala desa se-Kecamatan Pemenang, para narasumber, serta sejumlah undangan lainnya.
Dengan adanya perencanaan pembangunan kawasan wisata daratan seperti ini, Pemerintah KLU berharap Lombok Utara tidak hanya dikenal lewat pulau-pulau eksotisnya, tetapi juga kekayaan alam dan budaya yang tersebar di seluruh wilayah daratannya.

































