Lombokvibes.com, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali tancap gas memperkuat tata kelola kawasan wisata kelas dunia Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air.
Melalui Rapat Koordinasi Penataan Sempadan Pantai Gili Tramena yang digelar di Ruang Vicon, Kamis (4/12/2025), Pemda KLU menegaskan komitmen untuk mempercepat penataan ruang, penertiban bangunan, hingga kebersihan kawasan pesisir.
Rakor dibuka langsung oleh Wakil Bupati Lombok Utara Kusmalahadi Syamsuri ST., MT dan dihadiri jajaran lintas sektor, mulai dari Asisten II Setda KLU Gatot Sugihartono ST, Kasat Pol PP Totok Surya Saputra SH., MH, perwakilan Forkopimda, Koordinator BKKPN Kupang Martanina Noni, Kepala Dinas Pariwisata KLU Denda Dewi Tresni Budiastuti SE., MM, Camat Pemenang Datu Aryanata Bayuaji, para pimpinan perangkat daerah, hingga unsur teknis lain yang terlibat dalam pengelolaan kawasan.
Dalam arahannya, Wabup Kus menegaskan bahwa Gili Tramena bukan sekadar ikon wisata NTB, melainkan tulang punggung ekonomi Lombok Utara. Dengan jumlah wisatawan yang mencapai puluhan hingga ratusan ribu setiap tahun, ketiga gili menyumbang lebih dari 60 persen Pendapatan Asli Daerah (PAD) KLU.
Wabup Kus menyebutkan potensi PAD Gili Tramena sebenarnya dapat menembus angka 600–700 miliar rupiah per tahun. Namun realisasinya saat ini baru sekitar sepertiga dari potensi maksimal tersebut.
“Kondisi ini menandakan perlunya pengelolaan yang lebih tertib, lebih tegas, dan lebih terarah, terutama dalam penataan sempadan pantai. Mulai dari bangunan, kebersihan kawasan, sampai pengaturan penggunaan ruang harus dilakukan secara terukur agar potensi itu benar-benar bisa kita wujudkan,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor—pemerintah, pengelola, pelaku wisata, hingga masyarakat lokal—untuk menjamin bahwa pengembangan destinasi berjalan selaras dengan perlindungan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan.
Menurutnya, penataan sempadan pantai bukan sekadar program fisik, melainkan strategi untuk memperkuat daya saing Gili Tramena sebagai destinasi berkelas dunia yang ramah wisatawan dan berkelanjutan.
“Semoga semua pihak dapat memberikan masukan teknis dan administratif secara komprehensif. Kita ingin memastikan bahwa langkah ini menjadi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan dan peningkatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Dengan komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, penataan kawasan Gili Tramena diharapkan menjadi momentum penting menuju destinasi yang lebih tertib, lebih indah, dan lebih berdampak bagi UMKM serta ekonomi daerah.




























