Lombokvibes.com, Mataram – Reforma agraria bisa menjadi sumber kesejahteraan masyarakat. Reforma agraria sendiri merupakan bagaimana penataan kembali struktur penguasaan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah yang lebih berkeadilan melalui penataan aset dan akses untuk kemakmuran rakyat.
Tujuan reforma agraria adalah untuk mengurangi ketimpangan penguasaan dan pemilikan tanah dalam rangka menciptakan keadilan, menangani sengketa dan konflik agraria, menciptakan sumber kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat yang berbasis agraria melalui pengaturan penguasaan, pemilikan, penggunaan dan pemanfaatan tanah dan lainnya.
Di NTB, sudah ada Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA). GTRA kabupaten/kota se-NTB yang sudah terbentuk maupun belum terbentuk itu melibatkan balai mediasi yang dimiliki Pemprov NTB sebagai jembatan untuk meredam dalam menyelesaikan berbagai persoalan agraria di tengah-tengah masyarakat.
GTRA baru-baru ini telah menyelenggarakan rapat koordinasi yang juga dihadiri oleh Sekda NTB Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., di Aula Kantor BPN NTB, Mataram (22/11/2024).
Sekda NTB Lalu Gita menyebutkan, GTRA telah melakukan kerja keras selama tahun 2024 dalam mengatasi permasalahan tanah di masyarakat.
“Mari kita terus bekerja lebih keras lagi, karena masyarakat terus menunggu hasil kinerja kita. Para pihak yang berkepentingan, investor dan lain sebagainya,” jelasnya.
Dia mengajak semua stakeholder terkait untuk meningkatkan kolaborasi yang utuh serta melakukan langkah-langkah inovatif sesuai dengan koridor hukum yang berlaku.
Ditambahkannya, beberapa hasil pelaksanaan GTRA NTB tahun 2024, diantaranya penataan aset dan optimalisasi sumber TORA, penyelesaian berbagai konflik agraria dan penataan akses dengan pembentukan kampung reforma agraria.