Lombokvibes.com, Mataram – Dalam semangat kemerdekaan yang ke-80 tahun Republik Indonesia, Gubernur Nusa Tenggara Barat, Lalu Muhamad Iqbal, memberikan remisi umum dan remisi istimewa Asta Dasawarsa kepada ribuan narapidana dan anak binaan di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan dan Anak NTB, Minggu, 17 Agustus 2025.
Kegiatan ini menjadi bagian dari perayaan nasional yang tidak hanya sarat makna sejarah, tetapi juga menjadi momen refleksi dan harapan baru bagi warga binaan.
Di hadapan para penerima remisi, Gubernur Iqbal menegaskan bahwa pemberian remisi bukan sekadar bentuk pemotongan masa hukuman, tetapi merupakan wujud penghargaan atas proses pembinaan yang dijalani dengan baik dan konsisten.
Tercatat sebanyak 3.016 warga binaan di seluruh NTB menerima remisi umum 2025. Sebagian besar, yakni 3.003 orang, mendapat remisi umum I berupa pengurangan sebagian masa hukuman.
Sementara itu, 13 orang lainnya mendapatkan remisi umum II yang membuat mereka langsung bebas.
Tak hanya itu, tahun ini juga bertepatan dengan Asta Dasawarsa, yakni momen sepuluh tahunan di mana pemerintah memberikan remisi khusus dalam rangka peringatan kemerdekaan.
Dalam kategori ini, sebanyak 3.309 warga binaan memperoleh remisi Asta Dasawarsa. Sebanyak 3.283 orang menerima pengurangan sebagian masa pidana (dasawarsa I), dan 26 orang lainnya langsung bebas (dasawarsa II).
Lebih jauh, Gubernur Iqbal berpesan agar remisi dijadikan sebagai pemicu untuk terus memperbaiki diri dan berkontribusi positif, baik selama menjalani masa pembinaan maupun setelah bebas nantinya.
“Selamat kepada seluruh narapidana dan anak binaan yang hari ini mendapatkan remisi. Jadikan momentum ini sebagai motivasi untuk selalu berperilaku baik dan mematuhi aturan yang berlaku,” ujarnya.
Penyerahan remisi ini juga menjadi simbol harapan bahwa setiap individu memiliki kesempatan untuk berubah dan kembali menjadi bagian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Miq Iqbal menegaskan, bahwa Pemerintah Provinsi NTB terus berkomitmen dalam memberikan pembinaan yang adil, humanis, dan berorientasi pada masa depan warga binaan.



































