Selamatkan 142 hektare sawah dari ancaman kekeringan ekstrem, Lombok Utara salurkan 8 unit pompa air

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) melalui Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) menyalurkan delapan unit pompa air kepada kelompok tani untuk mengantisipasi dampak kekeringan ekstrem yang mengancam produktivitas pertanian, Kamis (15/10/2026).

Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) Tahun Anggaran 2026 tersebut menyasar delapan kelompok tani di tiga kecamatan, yakni Pemenang, Tanjung, dan Gangga. 

Total luas lahan yang tercatat dalam penetapan calon petani dan calon lokasi (CPCL) penerima bantuan mencapai 141,92 hektare.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Lombok Utara, Tresnahadi, mengatakan bantuan tersebut merupakan langkah untuk mengantisipasi potensi gagal panen akibat keterbatasan air selama musim kemarau.

Menurutnya, sektor pertanian menjadi salah satu penopang utama ketahanan pangan di Kabupaten Lombok Utara. Namun, ancaman kekeringan dapat mengganggu ketersediaan air irigasi dan berdampak langsung terhadap pertumbuhan tanaman petani.

“Penyerahan bantuan 8 unit pompa air pada hari ini merupakan wujud nyata kehadiran dan kepedulian pemerintah untuk melakukan mitigasi serta langkah cepat tanggap darurat pangan,” kata Tresnahadi dalam sambutannya.

Ia berharap keberadaan pompa air dapat membantu petani memanfaatkan sumber air yang tersedia, mulai dari sungai, embung, hingga saluran irigasi sekunder, untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Pemerintah daerah juga menargetkan agar tanaman yang sedang tumbuh dapat diselamatkan sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga di tengah ancaman perubahan iklim.

“Target kita jelas: tanaman yang sedang tumbuh (standing crop) harus diselamatkan, indeks pertanaman (IP) harus terus ditingkatkan, dan produktivitas pertanian harus tetap berjalan demi memperkuat swasembada pangan daerah maupun nasional,” ujarnya.

Delapan Kelompok Tani Jadi Penerima

6cf7a897-0154-457d-9b27-912827e849e7
(Foto: Penyerahan Bantuan Pompa Air/dok.ist)

Berdasarkan dokumen penetapan CPCL penerima bantuan alsintan TA 2026, tiga kelompok tani di Kecamatan Pemenang yang menerima pompa air adalah KT Sehati, KT Orong Tutul, dan KT Tiu Longkak. Ketiganya berada di Desa Pemenang Barat.

Sementara itu, tiga kelompok tani di Kecamatan Tanjung terdiri atas KT Karya Bakti, KT Pundukan Eleh, dan KT Prawira yang berlokasi di Desa Sokong.

Dua unit lainnya disalurkan kepada KT Telabah Berik dan KT Anggrek di Desa Gondang, Kecamatan Gangga.

Masing-masing kelompok tani menerima satu unit pompa air. Dengan demikian, total bantuan yang disalurkan berjumlah delapan unit untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.

Tresnahadi meminta seluruh kelompok tani penerima agar mengelola bantuan secara bersama-sama, termasuk menyusun jadwal pengairan yang adil sehingga manfaatnya dapat dirasakan oleh anggota kelompok yang membutuhkan.

Ia juga menekankan pentingnya perawatan dan pemeliharaan mesin agar bantuan tersebut dapat digunakan dalam jangka panjang.

Bantuan Bisa Ditarik Jika Tidak Dimanfaatkan

Tresnahadi mengingatkan bahwa bantuan pompa air harus benar-benar digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian, terutama ketika lahan membutuhkan pasokan air.

Ia menegaskan, Dinas Pertanian memiliki kewenangan untuk mengalihkan atau menarik bantuan apabila ditemukan alat yang tidak dimanfaatkan secara optimal.

“Jika di kemudian hari kami menemukan bantuan ini tidak dimanfaatkan dengan optimal atau dibiarkan menganggur, maka dinas pertanian memiliki kewenangan untuk mengalihkan atau menarik bantuan tersebut untuk diberikan kepada kelompok tani lain yang lebih membutuhkan,” tegasnya.

Menurut Tresnahadi, pengawasan terhadap pemanfaatan bantuan diperlukan agar fasilitas yang diberikan pemerintah tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi petani.

Ia pun mengapresiasi jajaran Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP), tim kerja penyuluh pertanian, kepala UPTD, serta para penyuluh yang terlibat dalam proses identifikasi penerima dan pengawalan penyaluran bantuan.

Pemerintah Kabupaten Lombok Utara berharap bantuan tersebut dapat membantu petani menghadapi tantangan kekeringan sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan di daerah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!