Lombokvibes.com, Mataram – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) membidik pasar pariwisata internasional melalui penyelenggaraan 7th Rinjani Travel Mart. Ajang yang mempertemukan pelaku industri perjalanan dari dalam dan luar negeri ini diharapkan membuka peluang pemasaran destinasi Lombok dan Sumbawa ke pasar global.
Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, membuka kegiatan bertema Connecting People, Elevating Tourismtersebut di Ballroom Prime Park Hotel Mataram, Selasa (13/10/2026).
Berlangsung hingga 15 Oktober 2026, Rinjani Travel Mart diikuti pelaku industri perjalanan dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara, termasuk China, Uni Emirat Arab (UEA), Timor-Leste, dan Malaysia.
Kegiatan ini menargetkan sekitar 100 pembeli atau buyer dari luar NTB untuk menjajaki kerja sama dengan pelaku pariwisata daerah sekaligus memperluas pemasaran paket wisata.
Wakil Gubernur yang akrab disapa Umi Dinda itu mengatakan, NTB memiliki potensi pariwisata yang dapat dikembangkan untuk menarik lebih banyak wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
“NTB memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Keindahan alam, kekayaan budaya, serta keramahan masyarakat merupakan modal penting untuk menarik wisatawan dan memperkenalkan NTB kepada dunia,” ujarnya.
Menurutnya, potensi pariwisata NTB tidak hanya bertumpu pada pantai dan pegunungan. Kekayaan budaya masyarakat Sasak, Samawa, dan Mbojo juga dapat dikembangkan menjadi daya tarik yang memperkaya pengalaman wisatawan.
Sumbawa hingga Senaru Perlu Lebih Banyak Promosi
Salah satu hal yang mengemuka dalam Rinjani Travel Mart adalah perlunya memperluas promosi ke destinasi yang selama ini belum mendapat perhatian sebesar destinasi unggulan.
Selain Gunung Rinjani dan pantai-pantai di Lombok Selatan, potensi wisata alam dan budaya Pulau Sumbawa serta Senaru di Lombok Utara dinilai perlu diperkenalkan lebih luas kepada wisatawan mancanegara.
Masukan dari para buyer dan wisatawan asing juga menyoroti pentingnya konektivitas dan akses transportasi yang nyaman untuk mendukung perjalanan wisata.
Peningkatan kualitas pemandu wisata, layanan perhotelan, serta keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal turut menjadi perhatian dalam pengembangan pariwisata NTB.
Hal ini menunjukkan bahwa memperluas pasar wisata tidak cukup hanya dengan mempromosikan keindahan destinasi. Kemudahan akses, kualitas pelayanan, dan pengalaman wisata yang ditawarkan juga menjadi faktor penting untuk menarik minat wisatawan.
MotoGP Jadi Magnet, Bali dan Labuan Bajo Dibidik dalam Paket Terpadu
Selain memperluas promosi destinasi, Pemprov NTB melihat peluang untuk mengembangkan paket wisata terpadu bersama Bali dan Labuan Bajo.
Kolaborasi lintas destinasi tersebut diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan perjalanan kepada wisatawan, memperpanjang masa tinggal, sekaligus membuka peluang kerja sama antarpelaku industri perjalanan.
Umi Dinda juga menyoroti peran MotoGP di Sirkuit Mandalika sebagai salah satu magnet promosi pariwisata NTB di tingkat internasional.
Dalam sambutannya, ia menyebut penyelenggaraan MotoGP tahun ini menarik sekitar 157 ribu penonton, meningkat 12,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Ia berharap penyelenggaraan ajang balap internasional tersebut dapat berlanjut hingga lima tahun ke depan, sembari menunggu arahan Presiden.
“Kerja sama antardaerah menjadi kunci untuk memperkuat konektivitas, mempromosikan pariwisata dan mengembangkan komoditas unggulan agar semakin dikenal luas,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat ASITA, Edwin Ismedi Himna, menilai Rinjani Travel Mart menjadi kesempatan bagi pelaku industri perjalanan untuk memperluas jaringan, bertukar informasi, dan membangun kerja sama pemasaran.
Melalui kegiatan ini, Pemprov NTB berharap pertemuan antara pelaku industri perjalanan, pemerintah daerah, dan mitra internasional dapat menghasilkan kerja sama konkret yang membuka akses ke pasar wisata baru.
Tantangan berikutnya adalah memastikan promosi tersebut berdampak pada kunjungan wisatawan dan perputaran ekonomi lokal. Konektivitas, kualitas layanan, dan keterlibatan UMKM menjadi bagian penting agar peluang pasar internasional dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat NTB.





























