Lombokvibes.com, Lombok Barat — Aliran sungai di kawasan Air Terjun Tibu Ijo kembali sunyi setelah tiga hari dipenuhi suara komando dan deru alat berat. Rabu dini hari (8/4/2026), tim SAR gabungan menutup operasi pencarian Lisa Pratiwi (25), warga Ampenan Otak Desa, yang sebelumnya terseret arus. Ia ditemukan sekitar 200 meter dari lokasi awal kejadian, dalam kondisi meninggal dunia.
Penemuan itu tidak berlangsung mudah. Tubuh korban berada di sela batu besar, terjepit material alam di tengah aliran sungai yang licin dan sempit. Tim harus menunggu ekskavator diturunkan untuk membuka ruang evakuasi, sementara sebagian personel lain bertahan di tepi sungai dengan penerangan terbatas.
Proses evakuasi berlangsung pelan dan penuh kehati-hatian. Hanya suara air dan instruksi singkat yang terdengar. Setelah upaya panjang, korban akhirnya berhasil dikeluarkan dari himpitan batu sekitar pukul 00.15 WITA. Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Bhayangkara.
Koordinator lapangan Kantor SAR Mataram, Ida Bagus Netra Adnyana, mengatakan posisi korban menjadi tantangan terbesar selama operasi berlangsung. Tim harus memastikan evakuasi berjalan aman tanpa memicu longsoran batu di sekitar aliran sungai.
Operasi ini melibatkan banyak unsur, mulai dari tim rescue Kantor SAR Mataram, aparat TNI-Polri, BPBD Lombok Barat, tenaga medis, perangkat desa, relawan hingga warga setempat. Sebagian dari mereka bertahan sejak hari pertama, menyusuri aliran sungai dengan harapan menemukan korban lebih cepat.
Pencarian yang berakhir dini hari itu juga menutup kecemasan keluarga yang menunggu sejak awal kejadian. Meski hasilnya duka, setidaknya kepastian akhirnya datang setelah tiga hari penuh harap.
Tim SAR mengingatkan masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di kawasan sungai dan air terjun, terutama ketika cuaca mendung. Debit air di jalur seperti Tibu Ijo bisa berubah cepat, dan medan bebatuan membuat risiko semakin besar.




























