Lombokvibes.com, Lombok Utara– Seorang bocah di Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara, mengalami luka serius setelah diserang enam ekor anjing liar saat bermain di area persawahan, Sabtu (6/6/2026) sore.
Peristiwa yang mengundang keprihatinan publik itu pertama kali mencuat melalui unggahan orang tua korban di media sosial Facebook, Ovan Bedel.
Curahan hati tersebut kemudian ramai dibagikan warga dan memicu sorotan terhadap keberadaan anjing liar yang masih berkeliaran di sejumlah wilayah Lombok Utara.
Berdasarkan keterangan keluarga seperti yang terkutip, kejadian terjadi sekitar pukul 15.00 WITA di area persawahan sebelah utara Cafe Sawah, Pemenang Barat.
Saat itu korban tengah bermain bersama dua temannya. Tiba-tiba enam ekor anjing jantan datang dan mengejar mereka. Dua anak berhasil menyelamatkan diri, sementara korban yang berusaha bersembunyi justru menjadi sasaran kawanan anjing tersebut.
Korban kemudian terjatuh ke dalam parit sawah sebelum akhirnya dikeroyok dan digigit berulang kali oleh enam anjing tersebut hingga mengalami luka di sejumlah bagian tubuh.
Jeritan minta tolong korban akhirnya didengar seorang pegawai Cafe Sawah bernama Edi. Tanpa berpikir panjang, Edi berlari menuju lokasi sambil membawa sebatang kayu untuk mengusir kawanan anjing yang masih menyerang korban.
Aksi cepat itu berhasil menyelamatkan nyawa korban. Setelah dievakuasi, korban dibawa ke Cafe Sawah untuk dibersihkan dari darah dan lumpur, diberikan pakaian ganti, kemudian segera dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.
Dalam unggahannya, keluarga korban menyampaikan rasa terima kasih kepada Edi dan manajemen Cafe Sawah yang dinilai telah memberikan pertolongan cepat saat situasi darurat.
“Terima kasih Pak Edi yang sudah menyelamatkan anak saya. Terima kasih juga kepada manajemen Cafe Sawah atas bantuan dan kepeduliannya,” tulis keluarga korban.
Saat ini korban masih menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Lombok Utara. Informasi yang dihimpun menyebutkan korban mengalami sejumlah luka gigitan dan dijadwalkan menjalani tindakan medis berupa pembersihan luka.
Kejadian tersebut kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terkait keberadaan anjing liar yang berkeliaran di ruang publik, terutama di kawasan yang kerap menjadi tempat bermain anak-anak.
Keluarga korban berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk melakukan penanganan dan penertiban anjing liar guna mencegah munculnya korban berikutnya.
“Jangan sampai ada anak lain yang mengalami nasib seperti anak kami,” harap keluarga korban.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai langkah penanganan terhadap keberadaan anjing liar di lokasi kejadian.




























