Lombokvibes.com, Lombok Utara – Ambisi besar dipasang Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjelang Pekan Olahraga Provinsi Nusa Tenggara Barat 2026. Cabang olahraga atletik diproyeksikan kembali menjadi salah satu lumbung medali utama, dengan harapan besar bertumpu pada sprinter kebanggaan daerah, Lalu Muhammad Zohri.
Ketua KONI KLU, H. Lalu Rodi Karyawan, menegaskan bahwa atletik selama ini menjadi tulang punggung prestasi Lombok Utara di ajang Porprov. Karena itu, pihaknya menargetkan nomor-nomor sprint dan estafet bisa diperkuat oleh kekuatan terbaik daerah, termasuk Zohri, Sudirman Hadi, dan Mirawan.
“Kita tentu sangat berharap Zohri bisa memperkuat Lombok Utara di Porprov 2026. Selain peluang emas yang terbuka lebar, kehadirannya akan menjadi motivasi luar biasa bagi atlet-atlet muda kita,” ujar Lalu Rodi, Sabtu 28 Februari 2026.
Bagi KONI, kehadiran Zohri bukan sekadar soal medali emas. Atlet yang telah menorehkan prestasi di level internasional itu dinilai memiliki pengaruh psikologis besar bagi tim. Pengalaman bertanding di panggung dunia diyakini mampu menularkan mental juara dan daya juang kepada atlet-atlet muda KLU.
Nama Zohri sendiri telah lama menjadi inspirasi generasi muda Lombok Utara. Kiprahnya di arena internasional tidak hanya mengangkat nama Indonesia, tetapi juga membawa Nusa Tenggara Barat dikenal luas dalam cabang atletik nomor sprint. Figur seperti Zohri dinilai memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan diri tim dan memperkuat soliditas skuad.
Meski demikian, Lalu Rodi mengakui kepastian tampilnya para atlet andalan masih menunggu penyesuaian jadwal. Beberapa di antaranya memiliki agenda nasional maupun internasional yang juga menjadi prioritas.
“Kita memahami bahwa ada agenda lain yang juga menjadi prioritas, terutama bagi atlet yang membela Indonesia di ajang besar. Karena itu, komunikasi terus kita bangun agar ada kepastian lebih awal,” katanya.
Di tengah dinamika tersebut, KONI KLU tidak tinggal diam. Dengan waktu persiapan yang semakin dekat menuju Porprov NTB 2026, mereka kini fokus melakukan pemetaan cabang olahraga serta pendataan atlet secara by name by address. Langkah ini dinilai penting agar program pembinaan, pemusatan latihan, hingga kebutuhan teknis dapat disiapkan secara terstruktur dan tepat sasaran.
Strategi ini menjadi fondasi untuk memastikan bahwa setiap potensi atlet teridentifikasi dengan baik dan mendapatkan dukungan maksimal. KONI KLU ingin memastikan tidak ada celah dalam persiapan, terutama di cabang atletik yang selama ini konsisten menyumbang medali.
Lalu Rodi pun optimistis, jika kekuatan terbaik dapat diturunkan, atletik kembali menjadi lumbung emas yang mendongkrak posisi Lombok Utara di klasemen akhir Porprov NTB 2026.
Dengan kombinasi pengalaman atlet elite, pembinaan terstruktur, dan semangat regenerasi, Lombok Utara bersiap menegaskan diri sebagai salah satu kekuatan utama atletik di Nusa Tenggara Barat.
Kini, publik tinggal menanti: akankah nama Zohri kembali menggema dan membawa emas untuk tanah kelahirannya?








































