Lombokvibes.com, Mataram– Ingin menjelajahi citarasa kuliner khas Sasak asli? Nasi ebatan jawabannya.
Di tepi Jalan Karang Kemong, Mataram, terdapat sebuah warung sederhana yang telah mencuri hati para pecinta kuliner selama lebih dari dua dekade.
Namanya, Warung Nasi Ebatan Bu Atik. Sebuah tempat makan yang tak hanya menyajikan makanan, tetapi juga menyimpan cerita, tradisi, dan rasa yang tak lekang oleh waktu.
Berdiri setidaknya 20 tahun yang lalu, warung ini telah menjadi saksi bisu perubahan zaman, namun tetap setia mempertahankan resep-resep khas yang diwariskan secara turun-temurun.
Di antara deretan menu yang menggoda, ada satu sajian yang menjadi ikon dan daya tarik utama nasi ebatan ini: yaitu ebatan daun belimbing.
Ebatan daun belimbing, seperti namanya, adalah rebusan daun belimbing yang dicincang kemudian dicampurkan dengan parutan kelapa serta bumbu spesial.
Konon, ebatan daun belimbing ini lah yang menjadi daya tarik utama hingga tertanam kuat di memori para penggemar warung nasi ebatan ini.
Warung Nasi ebatan Bu Atik tak berdiri megah, namun justru kesederhanaannya menjadi daya tarik tersendiri. Suasana akrab dan pelayanan hangat membuat pengunjung merasa seperti makan di rumah sendiri. Tak heran jika banyak pelanggan tetap yang datang dari berbagai penjuru Mataram—bahkan dari luar kota—hanya untuk menikmati sajian legendaris ini.
Selain ebatan belimbing, Bu Atik juga menyajikan berbagai pilihan lauk khas Sasak seperti urap timun, ares, ayam goreng, daging santan, opor ayam dan telur, serta tak lupa beberoq terong khas Lombok.
Menjaga citarasa turun-temurun dengan penuh dedikasi dan cinta

Ibu Atik, atau nama lengkapnya Sri Kurniati, merupakan pemilik warung nasi ebatan Karang Kemong yang legendaris ini.
Ia mulai menjual nasi ebatan sudah puluhan tahun. Hanya memanfaatkan sepetak ruangan, ia dan suaminya menjaga warisan citarasa makanan khas Sasak yang diminati oleh banyak pengunjung. Bahkan, rasanya cocok diterima oleh lidah-lidah masyarakat luar.
“Dulu belum ada etalase ini, saya jualan di bawah, pengunjung makan dekat saya,” cerita Bu Atik mengenang.
Ia pun mengingat dulu, di Pulau Lombok, hanya dialah yang menjual nasi dengan ebatan ini. Meski perubahan zaman datang dan banyak orang yang menjual menu yang sama, namun ia tetap optimis karena cita rasa masakannya menempel di lidah dan ingatan pembeli. Warung Nasi Ebatan Bu Atik adalah sebuah pengingat bahwa rasa yang jujur dan dibuat dengan cinta akan selalu menemukan tempat di hati para penikmatnya.
Sementara, untuk membeli nasi ebatan Bu Atik ini, pengunjung bisa membeli di warung maupun secara online.
“Kalau di sini kami buka sampai jam 2 siang, bisa dibeli lewat Whatsapp atau gojek,” katanya.
Harga per porsi nasi ebatan Bu Atik sendiri dimulai dari Rp22 ribu saja. Pengunjung sudah mendapatkan nasi ebatan lengkap dengan daging serta lauk-pauk yang lain.








































