Pihaknya pun mengatakan produk sate ikan tanjung bisa bertahan selama 6 bulan jika menggunakan metode autoclave, namun dikarenakan keterbatasan modal dan alat, pihaknya hanya mampu memproduksi sate tanjung kemasan yang bertahan selama 12 hari.
“Kemarin kita minjam alat di Sate Rembiga, kalau pakai autoclave itu bisa bertahan selama 6 bulan, tapi itu rasanya udah berbeda. Sudah hambar dan rasa satenya sama rasa seperti ikan bakar. Bukan khas Lombok utara. Sate ikan tanjung kan khasnya itu di pastanya, di balutannya itu” jelasnya.

Wanita yang membuat sate ikan tanjung kemasan ini pun mengaku kesulitan memasarkan produk sate kemasan. Terutama jika dititipkan di outlet-outlet produk UMKM. “ Ya karena harus ada ijin edar, kemudian kalau nanti dititip di outlet takutnya kadaluwarsa. Makanya harus ada alat autoclave,” ujarnya.
Kendati demikian, ia pun mengakui bahwa produk sate ikan tanjung kemasan ini snagat cocok untuk dijadikan oleh-oleh bagi wisatawan. Karena kelezatan sate ikan tanjung dalam kemasan dapat bertahan selama belasan hari.
“Ya minimal beli sehari sebelum kepulangan, dan harus pesan dulu karena kita produksinya tidak banyak. Sehari hanya 60 pieces, isi 8 biji” jelasnya.




























