Sukadana kembali sedot perhatian publik lewat festival desa terbesar di Lombok Utara

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Desa Sukadana kembali mencuri perhatian publik dengan gebrakan tahunan yang tak pernah absen, Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) 2025.

Kegiatan yang telah menjadi ikon budaya masyarakat Sukadana ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri pada Minggu, 3 Agustus 2025, di Lapangan Umum Sukadana, Dasan Kerpuk.

Dibuka dengan semarak Pawai Budaya dari 11 dusun yang ada di desa, warga disuguhkan berbagai atraksi seni dan budaya lokal yang autentik. Ratusan masyarakat tumpah ruah menyaksikan kirab budaya yang dimulai dari Kantor Desa Sukadana, menandai awal dari perhelatan kolosal yang berlangsung selama sebulan penuh.

Dalam sambutannya, Wabup Kusmalahadi menyampaikan rasa bangga dan apresiasi atas konsistensi Desa Sukadana dalam menyelenggarakan event sebesar ini secara mandiri. Ia bahkan menyebut Sukadana sebagai desa yang progresif dan inspiratif di tengah geliat pembangunan Lombok Utara.

“Ini bukan hanya hiburan, ini adalah strategi besar dalam menjaga warisan budaya dan memperkuat identitas masyarakat desa. Tidak semua desa mampu melakukan ini secara rutin seperti Sukadana,” ungkapnya.

Porseni 2025 mengusung tema “Bersatu Menuju Desa yang Sehat, Maju dan Berbudaya”, yang menitikberatkan pada nilai-nilai gotong royong, sportivitas, dan pelestarian seni lokal. Kegiatan ini melibatkan 11 cabang perlombaan, baik di bidang olahraga maupun seni, yang diikuti oleh perwakilan dari seluruh dusun.

Kepala Desa Sukadana, Zulrahman, menegaskan bahwa kegiatan ini sepenuhnya digagas dan dijalankan oleh masyarakat, khususnya para pemuda desa. Ia menyebut Porseni sebagai wujud semangat kolektif warga dalam membangun desa dari akar rumput.

“Dari 43 desa di Lombok Utara, hanya Sukadana yang konsisten menyelenggarakan Porseni setiap tahun. Tahun depan, kami akan buat lebih maksimal lagi,” tegasnya.

Tak hanya menjadi panggung prestasi para atlet dan seniman lokal, Porseni juga menjadi ruang strategis untuk membina generasi muda yang sehat, kreatif, dan cinta budaya. Ketua Panitia, Haerul Anwar, menyebut kegiatan ini sebagai momentum kebangkitan sosial desa yang sesungguhnya.

“Porseni bukan hanya ajang lomba. Ini adalah ruang berkumpul, tempat semua elemen masyarakat menyatu, bergerak bersama, dan menjaga marwah desa melalui olahraga dan seni,” ujarnya.

Dengan antusiasme yang terus membara dan dukungan dari berbagai pihak, Porseni Desa Sukadana kembali membuktikan bahwa kekuatan desa bukan hanya terletak pada potensi alam, tapi pada semangat kolektif warganya untuk tumbuh bersama.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!