ADV  

Bukan akhir dunia: 42 pejuang HIV/AIDS di Lombok Utara tetap semangat jalani hidup sehat dan produktif 

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Di tengah tantangan dan stigma yang masih melekat, puluhan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Lombok Utara membuktikan bahwa hidup dengan HIV bukanlah akhir dunia. Data terbaru Dinas Kesehatan KLU mencatat, dari total 50 kasus HIV/AIDS hingga 2025, sebanyak 42 ODHA masih aktif menjalani pengobatan dan menjalani hidup yang sehat serta produktif.

“Ini bukan tentang penyakit, ini tentang harapan,” ujar I Nyoman Sudiarta, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dikes KLU, Kamis (21/8/2025).

Ia menegaskan, bahwa Lombok Utara tidak hanya fokus pada pengobatan, tetapi juga pada membangun pemahaman masyarakat tentang pentingnya dukungan dan kesadaran bersama.

Dari 50 kasus, 39 ODHA mendapat layanan di RSUD Lombok Utara, dan 11 lainnya melalui Puskesmas. Fasilitas tersebut sudah menyediakan obat antiretroviral (ARV) secara gratis, yang terbukti mampu menekan perkembangan virus dan menjaga kualitas hidup pasien.

“ARV bukan hanya obat, tapi jembatan menuju kehidupan yang lebih baik,” jelas Nyoman.

Upaya pencegahan dan deteksi dini dilakukan secara aktif, mulai dari kawasan wisata Tiga Gili hingga sekolah-sekolah dan lingkungan masyarakat. Edukasi tentang HIV/AIDS kini dikemas lebih terbuka dan inklusif, menyasar populasi kunci dan masyarakat umum.

“Kami tidak hanya memerangi virus, tapi juga memutus rantai ketidaktahuan,” tegasnya.

Meskipun tantangan terbesar masih ada pada stigma sosial, perubahan mulai terasa. Edukasi yang terus digaungkan perlahan membentuk pemahaman baru: bahwa ODHA adalah bagian dari masyarakat yang layak mendapatkan dukungan, bukan dijauhi.

Pemerintah daerah melalui Dikes KLU berharap masyarakat terus membangun lingkungan yang inklusif dan peduli. HIV bukanlah momok jika ditangani dengan bijak, dan hidup sehat tetap mungkin dijalani siapa pun yang terdiagnosis sejak dini.

“HIV bisa dikelola, bisa dicegah, dan yang paling penting: bisa dihadapi bersama,” tutup Nyoman penuh semangat.

Writer: AfrizaEditor: Afriza k

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!