Kurma Lombok Utara siap masuk peta besar ekonomi haji nasional

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara- Kurma Lombok Utara siap menjadi bagian dari ekosistem ekonomi haji nasional. Hal itu mengemuka dalam kunjungan kerja Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, K.H. Muhammad Irfan Yusuf, yang disambut langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Utara, Sahbudin, S.Sos., M.Si., di kawasan Kampung Kurma, Kecamatan Gangga, Sabtu (17/02/2026).

Kunjungan ini tidak sekadar agenda seremonial, melainkan menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan Lombok Utara sebagai daerah dengan potensi besar dalam pengembangan pertanian berbasis agribisnis dan religi. Kampung Kurma Gangga diproyeksikan sebagai simbol kemandirian ekonomi baru yang lahir dari inovasi pertanian lokal.

Dalam sambutannya, Sekda Sahabudin menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kehadiran Menteri Haji dan Umrah beserta seluruh jajaran, termasuk Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi NTB, para tokoh agama, dan perwakilan daerah.

“Kehadiran Kampung Kurma merupakan bukti bahwa tanaman kurma dapat tumbuh dan berbuah di Indonesia, khususnya di Lombok Utara, serta memberikan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat,” ujar Sahabudin.

Ia menjelaskan bahwa hingga kini perekonomian Lombok Utara masih didominasi oleh sektor pertanian, dengan komoditas unggulan seperti kakao, kopi, durian, vanili, dan kini mulai diperkuat dengan kurma. Di Kampung Kurma Gangga sendiri terdapat sekitar 30 pohon kurma produktif yang mampu panen dua kali dalam setahun, dengan potensi pendapatan bersih mencapai ratusan juta rupiah.

“Ini menunjukkan bahwa kurma bukan hanya tanaman simbolik, tetapi memiliki nilai ekonomi tinggi dan peluang besar untuk dikembangkan sebagai ikon baru daerah,” katanya.

Lebih jauh, Sahabudin menegaskan bahwa arah pembangunan Lombok Utara ke depan difokuskan pada penguatan kemandirian ekonomi masyarakat yang bertumpu pada tiga sektor utama, yakni pariwisata, pertanian, dan perikanan. Dalam konteks itulah, keberadaan Kampung Kurma memiliki posisi strategis.

Ia pun berharap Lombok Utara dapat masuk dalam rantai besar ekonomi haji nasional.
“Kami berharap Lombok Utara dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi haji nasional, sejalan dengan rencana pengembangan inovasi ekonomi haji yang digagas oleh Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia,” ucapnya.

Sementara itu, Menteri Haji dan Umrah RI, K.H. Muhammad Irfan Yusuf, menegaskan bahwa pengembangan ekosistem ekonomi haji merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, Indonesia harus mulai membangun kemandirian dalam memenuhi berbagai kebutuhan jamaah haji, termasuk kebutuhan konsumsi pangan.

“Pengembangan ekosistem ekonomi haji ini adalah instruksi langsung Presiden. Beliau berharap kebutuhan jamaah haji, termasuk konsumsi pangan, dapat dipenuhi dari produk dalam negeri,” kata Irfan Yusuf.

Ia optimistis bahwa dengan kemajuan teknologi dan inovasi di sektor pertanian, Indonesia mampu menjawab tantangan tersebut. Bahkan, bukan tidak mungkin NTB menjadi salah satu pusat produksi kurma nasional.

“Dengan teknologi dan inovasi pertanian yang terus berkembang, tidak ada yang mustahil. Termasuk menjadikan kurma dari NTB sebagai bagian dari konsumsi jamaah haji Indonesia di masa depan,” tegasnya.

Kunjungan kerja ini menjadi sinyal kuat bahwa Lombok Utara tidak lagi hanya dipandang sebagai daerah pertanian konvensional, tetapi mulai bergerak menuju kawasan agribisnis religi yang terintegrasi dengan agenda nasional. Kampung Kurma Gangga pun perlahan bertransformasi dari kebun inovatif lokal menjadi etalase masa depan ekonomi haji Indonesia.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *