35 tahun Ponpes Nurul Bayan mengabdi, Gubernur NTB ajak santri jadi garda terdepan pengabdian umat dan daerah

Property of Lombokvibes.com
Property of Lombokvibes.com

Lombokvibes.com, Lombok Utara – Perjalanan 35 tahun Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Bayan menjadi bukti bahwa pengabdian yang dibangun dengan ketulusan akan terus tumbuh dan memberi manfaat luas bagi masyarakat. Hal itu disampaikan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, saat menghadiri silaturahmi sekaligus membuka kick-off rangkaian Tasyakuran 35 Tahun Ponpes Nurul Bayan di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Kamis (8/1).

Kegiatan yang mengusung tema “Mengukuhkan Sistem dan Mengestafetkan Nilai” tersebut berlangsung penuh kehangatan. Gubernur disambut langsung oleh Pimpinan Ponpes Nurul Bayan, Tuan Guru K.H. Abdul Karim Abdul Ghofur, bersama para santri dan jajaran pengurus pesantren.

Dalam sambutannya, Gubernur Lalu Muhamad Iqbal mengungkapkan kekagumannya terhadap perjalanan panjang Ponpes Nurul Bayan yang dimulai dari langkah kecil, namun kini memberi dampak besar bagi masyarakat Bayan dan sekitarnya.

“Tadi saya mendengar cerita Tuan Guru bahwa beliau memulai 35 tahun lalu hanya dengan empat orang santri. Beliau mengambil risiko besar datang ke Bayan saat belum ada pesantren. Hari ini manfaatnya sangat dirasakan oleh masyarakat. Jika sebuah pesantren bisa eksis hingga 35 tahun, insya Allah ia akan terus eksis hingga 100 tahun bahkan lebih,” ujar Gubernur.

Menurutnya, pesantren bukan hanya pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga benteng pembentukan karakter, moral, dan nilai pengabdian kepada umat. Keberlangsungan pesantren hingga puluhan tahun menunjukkan kuatnya fondasi nilai dan sistem yang dibangun.

Gubernur juga menekankan pentingnya ghirah atau semangat pengabdian fisabilillah sebagai ruh utama kehidupan pesantren. Ia menyebut semangat inilah yang menggerakkan seseorang untuk terus memberi manfaat, bahkan melampaui kepentingan pribadi.

“Ghirah Ma’had untuk berkhidmat fisabilillah itulah yang harus terus dijaga. Prinsipnya adalah melakukan sesuatu di jalan Allah, jangan pernah berhenti sampai kita mati,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga berbagi refleksi pribadi tentang perjalanan hidupnya. Ia menyampaikan bahwa setelah menempuh berbagai pencapaian di tingkat nasional dan internasional, kini saatnya kembali untuk mengabdi kepada daerah kelahiran.

“Saya sudah mendapatkan apa yang saya cari dalam hidup; menjadi Dubes, pejabat eselon satu, hingga sekolah S3. Inilah saatnya mengabdi untuk kampung halaman,” ucapnya.

Pesan kuat juga disampaikan kepada para santri agar tidak ragu menapaki jalan pengabdian. Gubernur mengingatkan bahwa masa depan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan, selama seseorang terus belajar dan memberi manfaat.

“Teruslah belajar dan berikan pengabdian terbaik bagi masyarakat. Jangan kejar kedudukan, biarlah Allah yang mencarikan kedudukan terbaik untuk kalian karena kemanfaatan yang kalian berikan,” pesannya di hadapan para santri.

Ia menegaskan bahwa santri memiliki peran strategis sebagai agen perubahan sosial. Dengan ilmu, akhlak, dan semangat pengabdian, santri diharapkan mampu menjadi pilar pembangunan moral dan spiritual di tengah masyarakat.

Tasyakuran 35 tahun Ponpes Nurul Bayan bukan sekadar perayaan usia, tetapi momentum untuk meneguhkan kembali peran pesantren sebagai pusat pembinaan umat. Tema “Mengukuhkan Sistem dan Mengestafetkan Nilai” mencerminkan tekad kuat agar nilai-nilai perjuangan, keikhlasan, dan pengabdian yang telah dirintis para pendiri pesantren dapat terus diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bagi Pemerintah Provinsi NTB, keberadaan pesantren seperti Nurul Bayan adalah mitra strategis dalam membangun daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual. Peran santri sebagai pelanjut estafet nilai pengabdian menjadi kunci dalam mewujudkan NTB yang berdaya saing, berkarakter, dan berkeadaban.

< a title=" milad bima 2025" target="_blank">

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *