Lombokvibes.com, Lombok Utara– Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) pertama dan satu-satunya di Nusa Tenggara Barat resmi memasuki tahap awal. Proyek prestisius yang berlokasi di Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara ini kini mulai dikerjakan secara fisik setelah tim pusat melakukan pemantauan langsung ke lokasi pembangunan.
Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) Kabupaten Lombok Utara (KLU) Plt Kepala Dinas Pendidikan KLU, H. Muhammad Najib, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa proses pembangunan telah bergerak dan menjadi momentum penting bagi pemerataan akses pendidikan di daerah.
Ia memastikan bahwa setelah bangunan rampung, pelaksanaan teknis pendidikan di Sekolah Rakyat akan sepenuhnya dikelola oleh dinas pendidikan kabupaten.
“Sekolah Rakyat ini sudah mulai pembangunan secara fisiknya. Tim dari pusat juga sudah turun ke lapangan memantau kondisi lokasi tempat akan dibangun Sekolah Rakyat. Nantinya setelah bangunan selesai, pelaksanaan pendidikannya akan diserahkan kepada kami di dinas pendidikan kabupaten. Insyaallah kami siap melaksanakan amanah itu untuk memberikan layanan pembelajaran terbaik di sekolah rakyat yang dibangun di Kabupaten Lombok Utara,” ujarnya (25/11/2025).
Sebelumnya, pembangunan SR di Lombok Utara dijadwalkan dimulai Desember 2025. Proyek ini menjadi percontohan nasional yang digagas pemerintah pusat untuk memperluas akses pendidikan berkualitas bagi seluruh anak, khususnya dari keluarga kurang mampu. Berada di atas lahan seluas 6,5 hektare, kompleks sekolah ini akan dibangun secara permanen dengan fasilitas lengkap layaknya sekolah modern berasrama. Mulai dari ruang belajar, asrama siswa, kantin, sarana ibadah, hingga lapangan olahraga.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) KLU, Faturrahman, mengungkapkan bahwa proses tender tengah berlangsung dan peletakan batu pertama ditargetkan pada Desember mendatang.
Pembangunan ini bersifat multi years dengan total anggaran sekitar Rp 250 miliar yang bersumber dari Kementerian PUPR. Tim Satker dari provinsi sudah bertemu langsung dengan Bupati, dan dipastikan pembangunan dimulai tahun ini, jelasnya.
Jika sesuai jadwal, Sekolah Rakyat Lombok Utara akan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru Juli 2026. Kehadirannya diharapkan menjadi model pendidikan inklusif yang benar-benar menyentuh masyarakat lapisan bawah.
Sementara itu, Ketua DPRD Lombok Utara, Agus Jasmani, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pemerintah daerah menjalin sinergi dengan pemerintah pusat sehingga proyek nasional ini dapat direalisasikan di Lombok Utara.
“Inilah bukti nyata komitmen Pemda dalam memperjuangkan peningkatan mutu pendidikan. Kami berharap Sekolah Rakyat ini tidak hanya menjadi tempat belajar, tapi juga pusat pemberdayaan masyarakat. Sebuah ruang tumbuh bagi generasi Lombok Utara yang unggul dan berkarakter, “ ujar politisi PKB itu.
Ia menekankan, pentingnya pengawasan ketat selama proses pembangunan maupun setelah sekolah beroperasi. Monitoring dan evaluasi disebutnya sebagai kunci agar fasilitas dan kualitas pendidikan yang disediakan benar-benar dirasakan masyarakat.
“Pembangunan Sekolah Rakyat Lombok Utara ini menjadi momentum penting bagi kemajuan daerah,” pungkasnya.


































