Lombokvibes.com, Lombok Utara – Dari pengalaman pahit seorang perempuan, lahirlah harapan besar bagi ratusan anak di pesisir Lombok Utara. Noor Ain Hussin, Ph.D., pendiri Chili House Community, membangun sekolah kecil ini dengan tekad kuat setelah dirinya pernah menjadi korban pelecehan seksual.
“Yang paling berat bukan hanya peristiwa itu, tetapi keberanian untuk bersuara di tengah budaya yang membuat perempuan memilih diam,” ungkap Noor Ain, kemarin.
Berangkat dari pengalaman itulah ia mendirikan Chili House, sebuah PAUD sederhana yang kini menjadi ruang aman bagi anak-anak untuk belajar mengenal diri, berani berbicara, dan melindungi tubuh mereka sejak usia dini.
Chili House memberikan pendidikan gratis untuk lebih dari 270 anak di Gili Trawangan dan Teluk Dalem. Kurikulumnya menekankan tiga hal: pengetahuan, keterampilan hidup, dan pembentukan karakter.
Bagi Noor Ain, pendidikan bukan sekadar mencetak anak cerdas, tapi membentuk generasi berani, mandiri, dan peduli pada sesama.
Senin (8/9/2025) Chili House mendapat dukungan moral dari Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara, Ny. Heny Agus Purwanta, yang datang langsung menyapa anak-anak. Dalam kunjungannya, Ny. Heny menegaskan pentingnya mengajarkan anak-anak untuk menjaga diri sejak dini.
“Anak-anak harus tahu tubuh mereka berharga, tidak boleh disentuh sembarangan, dan mereka berhak berkata tidak. Keberanian kecil ini akan menjadi fondasi besar bagi masa depan mereka,” ujar Ny. Heny.
Kunjungan itu disambut penuh semangat dengan hafalan Pancasila dan nyanyian Indonesia Raya dari anak-anak Chili House. Bagi Ny. Heny, momen itu sangat mengharukan dan menjadi bukti bahwa dari tempat sederhana bisa lahir generasi yang cinta tanah air.
Dari dusun kecil di Teluk Dalam, Chili House terus menyalakan obor harapan. Sebuah sekolah kecil yang lahir dari luka, kini menjadi rumah bagi keberanian besar, mempersiapkan anak-anak untuk menjadi bagian dari Indonesia Emas 2045.



































