Lombokvibes.com, Lombok Utara— Persiapan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Lombok Utara terus dikebut. Memasuki akhir Agustus 2026, progres pembangunan fasilitas Sekolah Rakyat dilaporkan telah mencapai 81,08 persen.
Pemerintah Kabupaten Lombok Utara kini juga mulai mematangkan kesiapan tenaga pendidik dan unsur pendukung lainnya menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS)yang ditargetkan berlangsung pada September 2026.
Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial dan Penanggulangan Kemiskinan (Dayasos Penaskin) Kabupaten Lombok Utara, Sukardim Husein, S.Pd., mengatakan sosialisasi telah dilakukan kepada tenaga pendidik sebagai bagian dari persiapan operasional Sekolah Rakyat.
Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 34 guru tamu diberikan pemahaman mengenai sistem dan tugas masing-masing dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat.
“Ya, sosialisasi terkait pengenalan terhadap SR, tugas dan fungsi, baik yang mulai dari wali asuh, wali asrama, guru tamu, sampai tenaga pendukung lainnya,” kata Sukardim.
Pembangunan 81,08 Persen, Gedung SD Sudah Siap

Menurut Sukardim, berdasarkan laporan tim operator, progres pembangunan Sekolah Rakyat di Lombok Utara saat ini mencapai 81,08 persen.
Sejumlah fasilitas sudah dalam kondisi siap, termasuk gedung untuk jenjang SD. Namun, masih terdapat beberapa fasilitas yang perlu dituntaskan sebelum seluruh kegiatan pembelajaran berjalan secara optimal.
Karena itu, penyelesaian fasilitas menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah menjelang pelaksanaan MPLS.
“20 September MPLS, sarannya gedung-gedung yang dibutuhkan itu selesai,” ujarnya.
Meski demikian, jadwal tersebut masih menunggu kepastian dalam rapat internal bersama kementerian terkait.
MPLS Ditargetkan September

Sekolah Rakyat di Lombok Utara dijadwalkan mulai memasuki tahapan pengenalan lingkungan sekolah pada September 2026. Pemerintah daerah berharap seluruh fasilitas yang menjadi kebutuhan utama peserta didik dapat selesai sebelum MPLS dimulai.
Sukardim mengatakan pihaknya masih menunggu hasil rapat bersama pemerintah pusat untuk memastikan tahapan pelaksanaan tersebut.
“Harapan Pemda, apa yang menjadi ketetapan MPLS berjalan dengan normal. Melihat dinamika yang ada, mudah-mudahan bisa selesai sehingga MPLS untuk anak-anak lancar,” katanya.
270 Siswa Lombok Utara Sudah Ditetapkan
Untuk tahun ajaran 2026/2027, Lombok Utara telah mendapatkan kuota 270 siswa. Jumlah tersebut telah ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Bupati Lombok Utara.
Secara keseluruhan, Sekolah Rakyat di NTB akan menampung sekitar 600 siswa dari jenjang SD hingga SMA. Peserta didik berasal dari sejumlah daerah di NTB, termasuk Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa dan daerah lainnya.
Sekolah Rakyat yang dipersiapkan di Lombok Utara merupakan bagian dari pengembangan Sekolah Rakyat permanen di NTB, setelah sebelumnya terdapat program rintisan.
Untuk tenaga pendidik, guru tamu saat ini masih bersifat sementara sebagai masa transisi hingga guru tetap dipersiapkan. Guru tetap ditargetkan mulai tersedia pada Oktober 2026.
Selain guru, operasional Sekolah Rakyat juga melibatkan wali asuh, wali asrama dan tenaga pendukung lainnya.
Dengan progres pembangunan yang telah mencapai 81,08 persen, pemerintah daerah kini berpacu dengan waktu untuk memastikan fasilitas dan sumber daya manusia siap sebelum peserta didik memasuki tahapan MPLS.
Jika seluruh persiapan berjalan sesuai target, Sekolah Rakyat di Lombok Utara akan segera memasuki babak baru pada tahun ajaran 2026/2027.




























