Lombokvibes.com, Mataram– Universitas Nahdlatul Ulama Nusa Tenggara Barat (UNU NTB) menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Islam dengan menjalin silaturahim strategis bersama Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. Phill. K.H. Sahiron Syamsuddin, M.A.

Bertempat di Ballroom Atqia UNU NTB, acara ini menjadi momentum penting untuk mempererat sinergi antara UNU NTB dan Kemenag RI. Rektor UNU NTB, Dr. Bq Mulianah, M.Pd.I., menyampaikan apresiasinya atas kunjungan Prof. Sahiron di tengah hari libur nasional.
Ia menegaskan, bahwa UNU NTB, yang kini mengelola empat fakultas, terus berbenah untuk mencapai akreditasi Paripurna dalam proses akreditasi ketiga mendatang.
“Sudah 11 tahun berjalan, dan 10 tahun terakhir ini kami telah meraih akreditasi Baik Sekali. Kami menargetkan akreditasi Paripurna di akreditasi ketiga nanti,” ungkapnya.
Sementara itu, Prof. Sahiron menggarisbawahi pentingnya penguasaan bahasa asing bagi mahasiswa, khususnya bahasa Inggris, Arab, dan Mandarin, sebagai bekal menghadapi dinamika ekonomi global.

“Dalam 20–25 tahun ke depan, ekonomi global akan didominasi oleh China. Maka dari itu, penguasaan bahasa asing menjadi kunci penting,” tegasnya
Ia juga mendorong pemanfaatan program PRIMA Magang Kemenag sebagai sarana penguatan pengalaman dan kompetensi mahasiswa di dunia kerja.
Lebih lanjut, Prof. Sahiron menekankan perlunya penguasaan teknologi terkini, termasuk kecerdasan buatan (AI), serta keterampilan tambahan yang relevan dengan kebutuhan zaman.
“Perguruan tinggi harus mampu mencetak lulusan yang siap bersaing di level global, tidak hanya secara akademik, tetapi juga dari sisi keterampilan dan mentalitas,” ujarnya.
Acara yang berlangsung hangat ini dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa. Kegiatan ditutup dengan doa oleh Prof. Dr. H. Adi Fadli, M.Ag., serta sesi foto bersama sebagai simbol komitmen kolaboratif menuju kemajuan pendidikan tinggi Islam di Indonesia, khususnya di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Silaturahim ini menjadi langkah strategis UNU NTB dalam memperluas jejaring dan memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang adaptif terhadap perkembangan zaman.








































