Ketika warga negara asing antusias ikut bersih-bersih sampah di Gili Air

Property of Lombokvibes media.
Property of Lombokvibes media.

Lombokvibes.com, Lombok Utara– Gendang ditabuh hingga suara “ckreek..” jepretan kamera untuk foto bersama, menjadi penanda telah dibukanya kegiatan Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Gili Air, Jumat (25 April 2025).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) RI berkolaborasi dengan Pemda Lombok Utara itu, dihadiri oleh ratusan tamu undangan serta pemerintah dan masyarakat setempat.

Setelah acara pembukaan, peserta dan masyarakat setempat bergegas mengambil kantong sampah serta sejumlah sarung tangan untuk mengangkat sampah di sepanjang jalan dan pantai Gili Air.

Namun, ada rasa takjub sekaligus syukur ketika mata terpana pada salah satu pemandangan yang luar biasa.

Beberapa warga negara asing (WNA) terlihat takjub sekaligus tergugah ikut turun membersihkan sampah-sampah di sepanjang jalanan Gili Air.

John, warga negara asal Australia, Sydney, mengatakan semangat ikut membersihkan sampah. Sampah menjadi masalah lingkungan dan makhluk hidup yang lain. 

Sampah juga sangat berdampak pada kerusakan ekosistem laut. “Banyak penyu, ikan, dan terumbu karang rusak karena sampah yang terbuang ke laut. Itu sangat memprihatinkan!” kata John di sela-sela memasukkan sampah di kantong plastiknya.

Dia mengaku, meski sebagai pendatang ke Pulau Gili, kecintaannya terhadap Gili sangatlah besar. 

“Kita tidak boleh hanya menikmati kecantikan (pulau,red) nya saja. Tapi juga harus peduli, itu yang harus ada pada setiap manusia,” kata John lagi.

Dia pun mengatakan sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah ini. Dia berharap, akan ada gerakan yang lebih banyak serta kesadaran masyarakat setempat meningkat.

“Ini kewajiban setiap individu. Tidak hanya ketika ada event seperti ini, namun setiap waktu kita harus peduli terhadap lingkungan,” kata John.

Mewujudkan Gili Air sebagai clean dan suistainable tourism sendiri membutuhkan kolaborasi multipihak. Pemerintah, pelaku wisata, masyarakat, hingga para turis yang bertandang, baik domestik maupun internasional.

IMG_5161
(Foto: Penyerahan bantuan alat sampah untuk Pemdes Gili/dok.lombokvibes)

Untuk itu, Gerakan Wisata Bersih (GWB) di Gili menjadi penanda Kemenpar RI dan Pemda berkolaborasi untuk membangun dan membenahi primadona wisata dunia, Gili Air, mulai dari aksi nyata yang menambah kesadaran semua pihak.

“Gerakan ini bukan sekadar agenda tahunan, tapi akan berlanjut hingga 2045 sebagai pondasi pariwisata berkualitas dan berkelanjutan,” ungkap Hariyanto, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf RI.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi budaya lokal yang tertanam kuat di masyarakat,” timpal Kusmalahadi, Wakil Bupati Lombok Utara. 

Responses (3)

  1. Kalau bule yang bukan tempat lahirnya saja, sangat antusias dan peduli pada environment, harusnya lokal pun nga mai kalah saingnya juga dunks..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!